LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

BRMS: Fase Terburuk Sudah Lewat, Tapi Cermati Risiko Emas

Angka 2Q26 BRMS memang brutal. Revenue cuma USD26,3 juta, turun 62,1% QoQ dan 54,3% YoY. Net loss USD4,8 juta setelah 1Q26 masih mencatat profit USD18,1 juta. 1H26 net profit jadi USD13,3 juta, minus 40,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Tidak heran hasil ini di bawah ekspektasi.

Penyebab utamanya bukan dari sisi permintaan, tapi operasional. Gold sales volume turun 57,4% QoQ ke 196 kg karena domestic oversupply. Di saat yang sama, ore grade yang diolah turun setengah—dari 1,42 g/t di 1Q26 menjadi 0,90 g/t—karena perusahaan menggunakan stockpiling inventory saat melakukan pushback di River Reef. Dampaknya margin tertekan dan produksi baru mencapai sekitar 26% dari target FY26 sebesar 80koz. Realised gold price juga turun 8,3% QoQ ke USD4.138/oz.

Tapi titik baliknya sudah mulai terlihat. Open-pit mining sudah dilanjutkan di 3Q26, dan pushback yang sempat menghambat operasi dianggap selesai. Kapasitas pabrik juga bakal naik dari 500 tpd ke 2.000 tpd di 4Q26. Dengan kombinasi ini, saya perkirakan net profit 3Q26 bisa rebound ke USD25 juta. Kemudian mulai 2H27, underground mining diharapkan membawa kadar bijih ke 3,5–4,9 g/t—jauh di atas grade saat ini. Ini katalis jangka menengah yang cukup substansial.

Dari sisi komersial, perjanjian offtake CPM dengan ANTM sampai Juni 2028 membantu mengatasi bottleneck penjualan domestik. Tapi catatan pentingnya: itu hanya meng-cover 60% dari total volume penjualan. Sisanya masih exposed ke pasar spot dan kondisi oversupply domestik. Kalau distribusi tidak mulus lagi, risiko volume penjualan bisa muncul lagi.

Valuasi tetap menarik. Berdasarkan sum-of-the-parts, target harga IDR900 masih memberikan upside sekitar 60,7%. Memang tidak murah jika dilihat dari P/E 84x di 2026F, tapi itu karena earnings baru benar-benar naik setelah kapasitas dan grade membaik. Pasar jelas sedang menghargakan perbaikan 2027–2028.

Risiko utamanya tetap dari harga emas. Di lingkungan suku bunga tinggi, gold price bisa terkoreksi lebih dalam. Dan karena mayoritas revenue berasal dari emas, sensitivitas BRMS terhadap harga emas sangat tinggi. Pada harga sekarang, risk-reward mulai menarik, tapi jangan harap jalan mulus tanpa volatilitas.