Angka top-line HRUM di semester pertama 2026 memang spektakuler di atas kertas — total revenue mencapai US$1,08 miliar, naik sekitar 67% dibanding US$645 juta di periode yang sama tahun lalu. Gross profit ikut melonjak dari US$115,8 juta menjadi US$231,6 juta, hampir dua kali lipat. Tapi kalau berhenti di sini, kita melewatkan bagian yang jauh lebih menarik.
Laba bersih konsolidasi 1H26 tercatat US$129,3 juta, naik signifikan dari US$38,4 juta di 1H25. Namun perlu dicatat: dari laba tersebut, porsi yang bisa diatribusikan ke pemilik entitas induk — artinya yang relevan bagi pemegang saham HRUM di bursa — hanya US$36,5 juta. Sisanya, US$92,8 juta, mengalir ke non-controlling interests. Ini bukan hal baru untuk HRUM mengingat struktur kepemilikan di segmen nikelnya, tapi angka ini perlu diperhatikan karena NCI earnings-nya tumbuh jauh lebih cepat daripada porsi induk. Tahun lalu NCI hanya dapat US$8,6 juta.
Yang paling perlu disorot justru ada di cash flow statement. Di tengah revenue yang meledak, operating cash flow HRUM justru negatif US$65,9 juta di 1H26 — berbalik drastis dari positif US$88,9 juta di 1H25. Penyebabnya? Working capital yang membengkak. Trade payables naik tajam, tapi inventories juga melonjak dari US$168,7 juta ke US$294,2 juta, dan piutang usaha pihak ketiga naik dari US$76,8 juta ke US$285,9 juta. Ini pola klasik ekspansi agresif di mana cash belum masuk tapi kewajiban sudah menumpuk. Bukan alarm merah, tapi layak diawasi ketat di semester kedua.
Finance costs juga meningkat signifikan — dari US$15,3 juta di 1H25 menjadi US$42,1 juta di 1H26. Ini konsekuensi dari leverage yang ditarik untuk mendanai ekspansi nikel, termasuk penambahan utang kepada pemegang saham non-pengendali entitas anak sebesar US$124,3 juta di periode ini. Total liabilitas kini berada di US$1,88 miliar, naik dari US$1,62 miliar di akhir 2025. Debt-to-equity ratio masih manageable mengingat total equity US$1,95 miliar, tapi trajectory-nya perlu diperhatikan.
Sisi positifnya, gross margin tetap terjaga di sekitar 21,4% — bahkan membaik dari 17,9% di 1H25. Ini mengindikasikan pricing power atau efisiensi operasional yang cukup solid, kemungkinan didorong oleh realisasi harga batubara dan kontribusi segmen nikel yang mulai mature. Total aset grup kini mencapai US$3,83 miliar, dengan fixed assets US$2,06 miliar sebagai backbone operasional.
- Revenue 1H26: US$1,08 miliar (+67% YoY)
- Gross profit: US$231,6 juta (margin 21,4%)
- Net profit konsolidasi: US$129,3 juta (+237% YoY)
- Porsi ke pemilik induk: US$36,5 juta (vs US$29,8 juta di 1H25)
- Operating cash flow: Negatif US$65,9 juta (vs positif US$88,9 juta di 1H25)
- Finance costs: US$42,1 juta (+175% YoY)
HRUM sedang dalam fase transisi yang ambisius — dari pure-play coal menjadi grup diversifikasi batubara dan nikel. Revenue-nya tumbuh kencang, profitabilitas membaik, tapi cash conversion cycle yang memburuk dan beban bunga yang naik tajam adalah dua variabel yang akan menentukan apakah ekspansi ini akan menghasilkan value nyata bagi pemegang saham, atau sekadar pertumbuhan aset yang dibiayai utang. Semester kedua 2026 akan jadi ujian sesungguhnya.