Net profit DEWA naik 111% YoY di 1H26, tapi core profit justru turun 41%. Ada unrealized gain besar di baliknya. Ini yang perlu dicermati investor. Angka headline-nya memang terlihat impresif — net profit Darma Henwa (D…
HRTA: Guidance Turun, Tapi Upside Masih Ada?
Laba HRTA tumbuh 100% YoY di 1H26, tapi guidance volume dipangkas. Apa yang masih menarik dari saham emas ini di harga IDR2.200? Hartadinata Abadi (HRTA) membukukan net profit IDR700 miliar di 1H26, tumbuh lebih dari 10…
BFIN di 1.0x PBV: Murah atau Jebakan?
BFIN trading di 1.0x PBV dengan potensi upside 48% ke TP IDR1.300. Provisioning front-loaded, asset quality membaik, plus rumor M&A. Layak dikoleksi? BFI Finance (BFIN) saat ini diperdagangkan di sekitar IDR875 per …
ISAT: AI Moonshot Rp5.030, Tapi Seberapa Nyata?
ISAT berpotensi jadi AI infrastructure play terbesar di Indonesia lewat Neo Cloud dan Zankore 1GW. Target price Rp5.030 — tapi ada asumsi besar di baliknya. Indosat (ISAT) sedang bergerak ke arah yang tidak banyak diant…
PRDA: Kuartal Terbaik Sepanjang Sejarah, Layak Dikoleksi?
Revenue 2Q26 PRDA jadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Tapi dengan ROE 8,6% dan estimasi di bawah konsensus, apakah BUY masih masuk akal? Prodia Widyahusada (PRDA) mencetak sesuatu yang menarik di 2Q26: revenue Rp613 …
NCKL: KPS Phase 3 Ramp-Up, Beli atau Tunggu?
NCKL cetak revenue +47.7% y-y di 2Q26, tapi margin masih tertekan biaya sulfur. Apakah KPS Phase 3 cukup untuk mendorong saham ke Rp1.300? Trimegah Bangun Persada (NCKL) membukukan 2Q26 yang solid — revenue Rp10,3 trili…
BSDE: Laba Anjlok 53%, Tapi Ada yang Menarik
Net profit BSDE turun 53% di 6M26, tapi gross margin justru membaik dan marketing sales on track. Apakah ini peluang atau jebakan di harga 600? Angka 6M26 BSDE memang tidak enak dipandang di permukaan. Revenue turun 25.…
ASII 1H26 Meleset, Tapi Ada Alasan Kuat Hold
Laba ASII anjlok 19% YoY di 1H26 karena HEMCE kolaps dan impairment besar. Tapi automotive rebound dan normalisasi Martabe bisa jadi katalis 2H26. Hasil 1H26 Astra International memang tidak memuaskan — tapi konteksnya …
HEAL Meleset di 2Q26, Tapi Upside 73% Masih Ada?
Laba HEAL 2Q26 di bawah ekspektasi, margin tertekan depreciation & tax rate tinggi. Tapi revenue tumbuh solid dan inisiatif komersial bisa jadi katalis 2H26. Hasil 2Q26 Medikaloka Hermina (HEAL) datang di bawah eksp…
Arus Dana Juli 2026: Siapa Beli Apa?
Data kepemilikan Juli 2026 ungkap rotasi dari FMCG ke financials dan metals. Tekanan jual asing mulai mereda — ini saham yang jadi incaran investor lokal dan asing. Data ownership Juli 2026 memberikan sinyal yang cukup …
BBNI: Kredit Tumbuh 24%, Tapi NIM Makin Tertekan
Laba BBNI naik 6.6% YoY di 6M26, tapi guidance NIM dipangkas lagi. Valuasi di bawah -1 STD PBV 5 tahun — menarik atau jebakan? Hasil 6M26 BBNI menyajikan gambaran yang tidak hitam-putih. Di satu sisi, loan growth-nya lu…
HRUM 1H26: Revenue Melesat 67%, Tapi Ada Jebakan
Revenue HRUM melonjak 67% di 1H26 jadi US$1,08 miliar. Laba bersih naik drastis, tapi operating cash flow negatif. Ada apa di balik angka-angka ini? Angka top-line HRUM di semester pertama 2026 memang spektakuler di ata…
CSIS: Cikembar Bisa Jadi Mesin Cuan Berikutnya?
Laba CSIS melonjak 5.557% di 1Q26. Cikembar baru 15% terisi, tapi margin sudah 80%. Apakah ini awal siklus pertumbuhan besar atau terlalu dini untuk masuk? Kalau ada satu angka yang langsung menarik perhatian dari Cahay…
EMAS: Tambang Emas Terbesar Asia-Pasifik Mulai Produksi
Pani Gold Project milik EMAS.JK punya resource 7.4Moz, AISC kompetitif, dan earnings CAGR 64% hingga 2029. Ini yang perlu dicermati investor. Kalau ada satu saham di sektor tambang yang layak masuk watchlist serius tahu…
BJBR: Recovery Nyata, Tapi NPL Masih Jadi Batu Sandungan
Laba BJBR melesat 58.8% YoY di 1H26, tapi NPL 3.33% dan coverage di bawah 90% masih jadi hambatan re-rating. Seberapa kuat 2H26? Bank BJB (BJBR) membukukan salah satu earnings recovery paling solid di sektor perbankan r…
ASII di GIIAS 2026: Volume Naik, Margin Stagnan
Chinese EV makin agresif di GIIAS 2026, segmen komersial jadi penyelamat ASII. Tapi margin tetap tertekan — ini yang perlu diperhatikan investor. GIIAS 2026 menjadi cermin yang cukup jelas tentang ke mana industri otomo…
ICBP: Revenue Naik 11%, Tapi Margin Tertekan
ICBP cetak revenue 1H26 Rp42 triliun, naik 11% yoy. Tapi EBIT margin meleset dari guidance dan forex loss Rp2,1 triliun jadi beban besar. Ini analisisnya. Indofood CBP (ICBP) membukukan revenue 1H26 sebesar Rp42 triliun…
INKP: Laba Melonjak, Tapi Bukan dari Operasional
Earnings INKP naik 27% di 2026, tapi hampir seluruhnya dari FX gain. Operasional justru melemah. Karawang jadi taruhan besar di 4Q26. Ada yang menarik dari update terbaru INKP — earnings estimate 2026 dinaikkan cukup si…
GOTO Cetak Laba, Fintech Kalahkan ODS
GOTO bukukan net profit Rp607 bn di 1H26, berbalik dari rugi. Fintech jadi mesin laba baru — tapi ada risiko regulasi yang perlu dicermati. Untuk pertama kalinya dalam sejarahnya sebagai perusahaan publik, GOTO membukuk…
ISAT Pinjam US$2 Miliar untuk Chip AI: Visioner atau Sembrono?
Indosat (ISAT) berencana pinjam US$2 miliar untuk chip AI. Analisis kritis: logika strategis, risiko balance sheet, currency mismatch, dan apa artinya bagi pemegang saham. Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) dilaporkan sed…