LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Kinerja 2Q26 INDF: Sesuai Ekspektasi, Target Rp8.450

Kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada kuartal kedua 2026 (2Q26) tampil solid dan sejalan dengan ekspektasi pasar (in-line). Perusahaan membukukan estimasi core NPATMI (ex-FX) sebesar Rp3 triliun pada 2Q26, tumbuh 23% secara year-on-year (y/y), meskipun melemah 11% secara quarter-on-quarter (q/q).

Secara akumulatif sepanjang semester pertama 2026 (1H26), core NPATMI INDF mencapai Rp6,3 triliun, tumbuh 9% y/y. Angka ini merepresentasikan 49% dari estimasi setahun penuh untuk tahun buku 2026 (FY26E). Sementara itu, reported NPATMI tercatat sebesar Rp4,7 triliun, mengalami penurunan 19% y/y.

Pendorong Kinerja: ICBP Beat dan Margin Bogasari

Pencapaian INDF yang in-line ini ditopang oleh kinerja anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), yang berhasil melampaui estimasi (earnings beat). Hal ini mengompensasi kinerja bisnis CPO (agribisnis) yang cenderung moderat akibat pertumbuhan volume yang terbatas.

Di segmen Bogasari, langkah penyesuaian harga jual (price increase) pada Mei lalu sukses mendorong ekspansi EBIT margin menjadi 9,6%, melampaui target panduan (guided margin) perusahaan. Sementara itu, margin divisi agribisnis meningkat sebesar 214 bps y/y meskipun pertumbuhan penjualan hanya tumbuh tipis 3% y/y, terbantu oleh tren harga CPO yang lebih tinggi.

Tekanan Opex Menekan Margin Operasional

Meskipun mencatat beberapa poin positif, INDF menghadapi tantangan dari sisi pengeluaran operasional. Kenaikan operating expenses (opex) sebesar 20% y/y memicu kompresi EBIT margin hingga lebih dari 100 bps y/y. Tekanan biaya operasional ini mengikis dampak positif dari kenaikan Gross Profit Margin (GPM) yang hanya tumbuh tipis sebesar 37 bps y/y.

Rekomendasi dan Target Harga

Secara valuasi, INDF dinilai sebagai opsi investasi yang atraktif untuk mendapatkan eksposur tidak langsung ke ICBP dengan harga yang lebih terjangkau (reasonably cheap). Selain itu, eksposur CPO yang dimiliki INDF menjadikannya instrumen lindung nilai (hedge) yang baik terhadap fluktuasi harga komoditas, terutama dalam skenario terjadinya El Nino.

Dengan proyeksi perubahan konsensus yang minimal pasca rilis laporan keuangan ini, reaksi harga saham dalam jangka pendek diperkirakan akan cenderung flat (muted). Rating Overweight dipertahankan untuk INDF dengan target harga (Target Price) di level Rp8.450 per lembar saham.