Merdeka Copper Gold (MDKA) membukukan kinerja operasional yang solid pada kuartal kedua 2026 (2Q26). Capaian ini didorong oleh perbaikan unit economics di proyek Wetar, performa anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang stabil, serta fase ramp-up yang signifikan di proyek emas Pani setelah produksi perdana pada 1Q26.
Di segmen tambang emas Tujuh Bukit (TB Gold), volume produksi tercatat sebesar 24.6koz, relatif flat secara kuartalan (qoq). Namun, volume penjualan melonjak 23% qoq menjadi 30.1koz seiring dengan normalisasi inventori. Dari sisi biaya, reported cash costs naik menjadi US$1,743/oz karena normalisasi exceptional silver credits yang sebelumnya menopang kinerja kuartal pertama. Meski demikian, cash costs di luar royalti dan silver credits hanya naik tipis menjadi US$1,116/oz. Tingginya harga emas global saat ini menjadi buffer utama yang menjaga margin profitabilitas TB Gold tetap sehat. Secara operasional, manajemen telah menyelesaikan studi optimasi crushing, memulai ekspansi Pad-A, serta menginisiasi pengembangan Pad-C untuk meningkatkan throughput di masa mendatang. Eksplorasi terbaru juga berhasil memperpanjang estimasi mine life TB Gold hingga setidaknya tahun 2033.
Sementara itu, proyek tembaga Wetar menunjukkan pemulihan profitabilitas yang kuat meskipun volume produksi turun menjadi 1,484 ton (-30% qoq / -20% yoy). Penurunan volume terjadi karena fokus operasional dialihkan pada recovery logam dari heap leach pads yang sudah ada, alih-alih menumpuk bijih baru (fresh ore). Strategi recovery optimization ini terbukti efektif menekan biaya operasional. Cash costs di Wetar turun signifikan sebesar 24% qoq (-32% yoy) menjadi US$5,004/t, sedangkan All-In Sustaining Costs (AISC) membaik ke level US$6,173/t (-24% qoq / -41% yoy).
Kunci pertumbuhan jangka panjang MDKA berada pada proyek emas Pani yang terus menunjukkan progress positif. Produksi emas di Pani meningkat tajam secara qoq dengan unit cost yang mulai mendekati target guidance jangka panjang. Progres konstruksi heap leach dan pengembangan Carbon-in-Leach (CIL), ditambah dengan rencana listing di HKEX serta ekspansi inventori sumber daya, menjadi katalis penting yang men-de-risk prospek pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Secara keseluruhan, diversifikasi portofolio MDKA ke arah precious metals dan base metals mulai memberikan hasil yang nyata. Target harga saham MDKA diproyeksikan berada di level Rp5,100 per lembar saham, mencerminkan potensi upside yang signifikan dari harga penutupan saat ini di Rp2,720.