LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

AMMN: Laba Melesat, Tapi Saham Masih Diskon 34%

Dari rugi USD148.7mn di 1H25 menjadi profit USD497.9mn di 1H26 — ini bukan pertumbuhan biasa. AMMN sedang dalam fase transformasi yang cukup fundamental, dan 2Q26 adalah bukti pertama bahwa mesin baru mereka mulai berputar penuh.

Revenue 2Q26 mencapai USD1.24bn, naik 54% QoQ dari USD807.9mn di 1Q26. Angka ini terlihat besar, tapi konteksnya lebih penting: lonjakan ini didorong oleh dua hal sekaligus — volume penjualan concentrate yang meningkat signifikan, dan smelter yang kembali beroperasi penuh setelah maintenance di 1Q. Bayangkan sebuah pabrik yang sebelumnya setengah berjalan karena ada bagian mesin yang sedang diservis — begitu selesai, output langsung melonjak. Itulah yang terjadi di sini.

Yang menarik diperhatikan adalah perubahan struktur penjualan. Di 2Q26, AMMN menjual 53mn lbs copper concentrate dan 90.2k oz gold-in-concentrate — sesuatu yang di 2Q25 angkanya nol. Smelter mereka juga menghasilkan 19.9k ton copper cathode dan 49.5k oz refined gold. Artinya, AMMN tidak lagi sekadar menjual bahan mentah; mereka mulai menjual produk dengan value-add yang lebih tinggi, dan ini berdampak langsung ke margin.

Gross margin di 2Q26 mencapai 50%, naik dari 42.4% di 1Q26. Net margin pun naik ke 27.1%. Ini bukan angka kecil untuk perusahaan tambang yang baru saja menyelesaikan capex besar. Satu data point yang sangat relevan: smelting and refining cost untuk copper cathode turun drastis dari USD3,340/ton di 1H25 menjadi USD2,044/ton di 1H26 — penurunan sekitar 39%. Semakin banyak volume yang diproses, semakin efisien fixed cost-nya tersebar.

Dari sisi produksi, gold output di 2Q26 mencapai 346.3k oz — naik 481% YoY. Ini bukan typo. Phase 8 high-grade ore mulai dieksploitasi secara agresif, dengan fresh ore mined di 1H26 mencapai 66mn ton vs. hanya 6mn ton di 1H25. Konsekuensinya, mining unit cost naik dari USD2.44/ton ke USD3.11/ton karena haul distance yang lebih panjang dan harga fuel yang lebih tinggi — tapi trade-off ini masuk akal mengingat grade ore yang jauh lebih tinggi.

Guidance 2026 direvisi naik untuk gold-in-concentrate ke 775k oz (dari sebelumnya 579k oz), sementara copper concentrate tetap di 485mn lbs. Yang baru adalah guidance eksplisit untuk smelter: target copper cathode 130k ton dan refined gold 350k oz untuk full year 2026. Ini sinyal bahwa management cukup percaya diri dengan trajectory operasional mereka di 2H.

Di sisi balance sheet, total debt turun dari USD6.4bn (Des-25) ke USD5.8bn (Jun-26), dengan net gearing membaik dari 1.1x ke 0.8x. Rencana repayment USD350mn lagi di 3Q26 akan semakin memperkuat posisi ini. Capex sendiri sudah turun tajam ke USD102mn (-85% YoY), mencerminkan bahwa fase ekspansi besar sudah hampir selesai. Ini penting — dari perusahaan yang sebelumnya cash flow-nya tersedot capex, AMMN mulai bergerak ke fase harvesting.

Interest expense memang masih tinggi di USD255.7mn (+52.5% YoY), legacy dari utang yang diambil untuk mendanai ekspansi. Tapi dengan capex yang melandai dan EBITDA 1H26 sudah di USD1.14bn, debt service coverage-nya mulai terlihat lebih nyaman.

Pada harga Rp4,680, saham ini diperdagangkan di PE 2026F sekitar 19.6x — yang memang tidak murah secara absolut. Tapi kalau dilihat ke 2027F, PE-nya turun ke 12.5x dengan EPS growth proyeksi 56.6%. Lebih relevan lagi, EV/EBITDA 2027F di 6.6x untuk perusahaan yang sedang dalam fase ramp-up smelter dan mulai deleveraging cukup menarik. Target price yang beredar di kisaran Rp7,100 mengimplikasikan upside lebih dari 51% dari harga saat ini — gap yang cukup besar dan mencerminkan bahwa pasar belum sepenuhnya memprice-in potensi earnings 2H26 yang lebih besar, terutama dari cathode production yang diperkirakan lebih tinggi.