Sebanyak 14,5% kontrak beli rumah di AS batal pada September. Penjual kini melebihi pembeli sebesar 63%, selisih terlebar sepanjang sejarah pasar properti.
Key Takeaways
- Sebanyak 14,5% kesepakatan beli rumah di AS batal pada September, angka tertinggi untuk bulan September sepanjang sejarah pencatatan.
- Tingkat pembatalan ini melampaui batas normal 2017–2019 yang tidak pernah tembus 12,0%, dan hanya berada di bawah periode awal pandemi pada Maret dan April 2020.
- Jumlah penjual rumah melebihi pembeli sekitar 63% pada September, selisih terlebar yang pernah tercatat.
- Empat kota mencatat tingkat pembatalan tertinggi di atas 18%: Jacksonville (19,9%), Tampa (18,8%), Las Vegas (18,6%), dan San Antonio (18,5%).
Sebanyak 14,5% kesepakatan jual beli rumah yang sudah mengikat kontrak di Amerika Serikat resmi dibatalkan sepanjang September. Angka ini merupakan rekor tertinggi untuk bulan September sejak data mulai dicatat. Dalam catatan historis, tingkat pembatalan yang lebih tinggi dari level ini hanya pernah terjadi dua kali, yaitu saat awal pandemi pada Maret dan April 2020. Sebagai perbandingan, sepanjang periode 2017 hingga 2019, angka pembatalan kontrak bulanan bahkan tidak pernah menyentuh 12,0%.
Jumlah Penjual Melebihi Pembeli Sebesar 63%
Tingginya pembatalan kontrak ini terjadi bersamaan dengan ketidakseimbangan suplai di pasar perumahan. Pada September, jumlah penjual rumah tercatat melebihi pembeli sekitar 63%. Angka tersebut menjadi selisih terlebar sepanjang sejarah pencatatan data properti AS.
Ketika pembeli yang sudah masuk tahap kontrak memutuskan mundur, ada biaya dan risiko nyata yang mereka ambil. Pembeli biasanya harus merelakan uang jaminan atau memanfaatkan klausul pemeriksaan properti dan pembiayaan untuk keluar dari transaksi. Keputusan mundur dalam jumlah yang mendekati masa krisis 2020 menandakan daya tawar kini bergeser penuh ke tangan pembeli yang tersisa, sementara penjual menghadapi antrean penawaran yang makin panjang.
Jacksonville dan Tiga Kota Lain Catat Pembatalan di Atas 18%
Tekanan pembatalan ini paling terasa di pasar regional tertentu. Jacksonville mencatat tingkat pembatalan tertinggi di seluruh AS pada September dengan angka 19,9%. Tiga kota lain menyusul di level yang hampir sama: Tampa sebesar 18,8%, Las Vegas 18,6%, dan San Antonio 18,5%.
Di empat kota ini, hampir satu dari setiap lima transaksi yang sudah disepakati akhirnya gagal sebelum serah terima kunci. Kondisi ini membuat persediaan rumah yang kembali ke pasar bertambah dari kesepakatan yang batal, bukan hanya dari listing baru. Bagi penjual, rumah yang kembali berstatus aktif setelah gagal transaksi cenderung memakan waktu lebih lama untuk terjual kembali karena calon pembeli baru biasanya menaruh tanda tanya pada riwayat transaksi sebelumnya.
Dua Arah yang Menentukan Pasar Properti ke Depan
Jika tingkat pembatalan kontrak terus bertahan di atas 14% dalam beberapa bulan ke depan, maka penjual terpaksa menurunkan harga penawaran secara terbuka untuk menyelesaikan transaksi, sehingga menekan valuasi aset perumahan secara lebih luas. Sebaliknya, jika selisih 63% antara penjual dan pembeli mulai menyempit akibat berkurangnya pasokan baru yang masuk ke pasar, maka tingkat kegagalan kontrak berpeluang turun kembali mendekati kisaran normal historis di bawah 12%.
Hal utama yang perlu dipantau saat ini adalah apakah tingkat pembatalan di Jacksonville dan Tampa mulai melandai, atau justru kota-kota besar lain menyusul melewati batas 18%.