AMMN membalikkan rugi jadi laba US$503,7 juta di 1H26 berkat komersialisasi smelter. Simak valuasi target Rp7.225 dan risiko beban bunganya.
Key Takeaways
- Penjualan 1H26 tembus US$2,05 miliar (naik 1.024% YoY), membalikkan posisi rugi US$146,4 juta menjadi laba bersih US$503,7 juta.
- Komersialisasi smelter katoda tembaga dan pemurnian emas menaikkan gross profit margin dari 30,5% ke 47,0%.
- Beban bunga membengkak menjadi US$255,7 juta seiring total utang jangka panjang yang berada di level US$6,08 miliar.
- Valuasi DCF mengarah ke target Rp7.225 per saham dengan proyeksi laba bersih FY26 penuh mencapai US$966 juta.
Kinerja keuangan AMMN di paruh pertama 2026 berbalik arah. Pendapatan melonjak dari US$182,6 juta di 1H25 menjadi US$2,05 miliar di 1H26. Pendorong utamanya bukan sekadar reli harga komoditas, melainkan operasional komersial smelter AMIN yang mulai menghasilkan produk bernilai tambah seperti katoda tembaga dan emas murni.
Smelter Bekerja, Struktur Margin Berubah
Penjualan domestik katoda tembaga menyumbang US$430,7 juta dan emas murni US$311,1 juta. Ditambah penjualan konsentrat sebesar US$1,08 miliar serta ekspor katoda tembaga US$232,2 juta, bauran produk AMMN kini jauh lebih solid dibanding periode tahun lalu saat pengiriman sempat terhambat perizinan. Perubahan bauran ini mengangkat laba kotor ke US$964,2 juta, sekaligus melebarkan gross profit margin menjadi 47,0% dari sebelumnya 30,5%.
Efisiensi operasional juga terbantu oleh penurunan biaya pengupasan tanah (deferred stripping costs) menjadi US$2,71 miliar seiring amortisasi di Batu Hijau. Hasilnya, laba operasional berbalik positif ke US$909,5 juta dari rugi operasional US$30,2 juta.
Beban Bunga US$255 Juta Jadi Penahan Laba
Kenaikan laba kotor tidak sepenuhnya meluncur mulus ke laba bersih. Beban pendanaan naik dari US$167,6 juta menjadi US$255,7 juta. Ini konsekuensi langsung dari utang jangka panjang yang kini tercatat US$6,08 miliar untuk mendanai smelter dan fasilitas regasifikasi LNG Amman Nusantara Gas. Tingginya biaya bunga menahan net profit margin di 24,5%.
Meski beban pendanaan tinggi, arus kas operasional AMMN menghasilkan US$763 juta di 1H26. Aliran kas ini cukup memberi ruang bagi manajemen untuk melunasi pinjaman secara bertahap tanpa mengorbankan belanja eksplorasi di prospek tembaga-emas Elang di Sumbawa.
Valuasi Rp7.225 Bergantung pada Target FY26
Untuk setahun penuh 2026, produksi tembaga diperkirakan mencapai 485 Mlbs dan emas 775 koz. Angka operasional tersebut diproyeksikan menghasilkan pendapatan US$4,19 miliar dan laba bersih US$966 juta. Pada harga pasar Rp4.240, AMMN diperdagangkan dengan forward P/E ratio 20,4x untuk FY26 dan turun ke 13,6x untuk estimasi FY27.
Hitungan DCF menempatkan nilai wajar saham di Rp7.225. Potensi kenaikan ini bertumpu pada disiplin penurunan utang serta kelancaran produksi di Batu Hijau tanpa kendala cuaca ekstrem atau hambatan teknis smelter.