LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Capex AI US$1 Triliun: Kas Hyperscaler Berbalik Minus

Belanja modal AI diproyeksikan tembus US$1 triliun pada 2027. Di balik naiknya komputasi, free cash flow hyperscaler negatif dan spread obligasi melebar.


Key Takeaways

  • Belanja modal (capex) hyperscaler diproyeksikan menembus US$628 miliar pada 2026 dan mencapai US$1,1 triliun pada 2027.
  • Arus kas bebas (free cash flow) hyperscaler berbalik negatif, ditandai penurunan kelebihan pesanan lelang obligasi dari 5 kali menjadi 2 kali.
  • Harga token turun meski volume pemrosesan melonjak, didorong efisiensi arsitektur model dan persaingan model sumber terbuka.
  • Arah pergerakan saham di Q3 beralih dari sektor semikonduktor yang padat posisi ke saham software, sementara saham listrik data center tertekan penolakan regulasi lokal.

Belanja modal AI terus direvisi naik tanpa tanda jeda dalam jangka pendek. Lima raksasa teknologi—Microsoft, Amazon, Alphabet, Meta, dan Oracle—diperkirakan menghabiskan US$628 miliar tahun ini, sebelum naik ke US$1,1 triliun pada 2027. Aliran dana fisik ini menyumbang hampir 2% dari PDB Amerika Serikat dan berkontribusi sekitar 100 bps terhadap pertumbuhan ekonomi AS 2,4% di paruh pertama 2026.

Kas Berbalik Negatif dan Pasar Obligasi Mulai Selektif

Kenaikan belanja modal mulai menekan neraca keuangan. Arus kas bebas gabungan para hyperscaler kini berada di batas negatif karena pengeluaran server dan cip melampaui kas operasional.

Pasar obligasi mulai merespons pergeseran ini. Minat pemodal dalam lelang surat utang hyperscaler menyusut dari lima kali lipat pesanan menjadi hanya dua kali lipat. Premi risiko utang korporasi atau credit default swap (CDS) ikut melebar moderat. Kasus Oracle menjadi contoh nyata: komitmen belanja data center yang agresif berujung pada pemangkasan peringkat utang oleh lembaga pemeringkat. Tekanan arus kas ini diperkirakan baru mereda pada 2028 saat belanja modal melewati puncaknya di 2027 dan monetisasi AI mulai matang.

Paradoks Jevons Menekan Harga Token

Di sisi operasional teknologi, terjadi pola yang berlawanan. Penggunaan volume pemrosesan token naik tajam, namun tarif sewa per juta token justru turun.

Penurunan tarif ini merupakan wujud paradoks Jevons. Penyempurnaan arsitektur perangkat lunak, teknik kompresi model, serta efisiensi daya pada cip generasi baru menurunkan biaya komputasi per unit output. Pada saat yang sama, model sumber terbuka berbiaya rendah memaksa pengembang model frontier memangkas harga demi mempertahankan pangsa pasar. Penurunan biaya ini memperluas penggunaan di tingkat pengguna akhir dan justru memicu kebutuhan kapasitas komputasi total yang jauh lebih besar.

Rotasi Saham Chip ke Software dan Hambatan Pasokan Listrik

Pasar ekuitas di Q3 mencerminkan perpindahan minat investor. Posisi beli di saham semikonduktor seperti NVDA dan emiten memori yang sudah sangat padat mulai dilepas untuk realisasi laba. Aliran modal tersebut beralih ke saham peranti lunak seperti CRM dan PLTR yang memiliki valuasi lebih murah setelah tertinggal di awal tahun.

Di sisi lain, saham sektor ketenagalistrikan data center terkoreksi menyusul penolakan izin fasilitas baru di tingkat wilayah, seperti pembatalan proyek di Texas. Pasar kini tidak lagi membeli tema infrastruktur kecerdasan buatan secara serentak, melainkan mulai memilah emiten yang mampu menjaga ketahanan neraca di tengah biaya modal yang tinggi.