The Fed menahan suku bunga acuan di 3,75%–4,00%, namun dua suara hawkish dan revisi PDB ke 2,4% membuka jalan kenaikan suku bunga kembali di Desember.
Key Takeaways
- FOMC menahan suku bunga acuan di 3,75%–4,00%, namun dua anggota memberikan dissenting votes untuk kenaikan langsung.
- Pertumbuhan PDB paruh pertama direvisi naik dari 1,8% menjadi 2,4%, menegaskan aktivitas ekonomi AS bergerak lebih kuat dari perkiraan.
- Pasar mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember 2026, memandang jeda kali ini sebagai penundaan, bukan akhir siklus.
- Chair Kevin Warsh menolak forward guidance dan mengingatkan bahwa valuasi sektor kecerdasan buatan tetap sensitif terhadap suku bunga.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan di rentang 3,75%–4,00% pada pertemuan Oktober, namun keputusan ini membawa nada hawkish. Dua dari dua belas anggota FOMC memberikan suara berbeda dengan memilih kenaikan suku bunga segera. Pergeseran suara Gubernur Lisa Cook menjadi kejutan di pasar, mengingat ia sebelumnya konsisten berada di kubu dovish.
Ekonomi Tumbuh 2,4%, Target Inflasi Masih Jauh
Pernyataan resmi The Fed mengubah penilaian laju ekonomi dari sekadar solid menjadi tumbuh kuat. Pertumbuhan PDB paruh pertama direvisi naik dari 1,8% ke 2,4%, ditopang produktivitas dan belanja modal yang tetap kokoh. Chair Kevin Warsh menegaskan bahwa mandat stabilitas harga tetap menjadi perhatian utama FOMC karena inflasi belum kembali ke target 2%, sementara pasar tenaga kerja masih mampu menyerap angkatan kerja baru.
Warsh juga mempertegas penolakannya terhadap forward guidance. Tanpa krisis besar, bank sentral murni bergantung pada data per pertemuan. Jadwal pertemuan pun mulai diatur ulang dengan alokasi khusus untuk evaluasi strategi jangka panjang mulai 2027, sehingga keputusan suku bunga tidak lagi diambil di setiap pertemuan.
Pasar Obligasi Menguji Valuasi Sektor AI
Reaksi pasar terbilang terukur. Dolar AS melemah tipis, yield Treasury 2 tahun turun bertahap, sementara yield 10 tahun sempat naik sebelum kembali turun, membentuk pola curve steepening. Indeks saham AS tetap bertahan di zona hijau hingga penutupan.
Catatan penting datang dari pernyataan Warsh mengenai kondisi kredit. Investor kini jauh lebih selektif membagi modal, dan sektor AI ditegaskan tidak terlepas dari biaya pinjaman. Bagi saham teknologi berorientasi pertumbuhan, suku bunga yang bertahan di level tinggi menjadi ujian langsung bagi valuasi mereka.
Kenaikan Bunga Tertunda ke Desember
Pasar tidak mengubah ekspektasi arah suku bunga untuk akhir tahun. Peluang kenaikan di Desember tetap terbuka lebar karena The Fed melihat pengetatan likuiditas baru mulai membatasi belanja dunia usaha dan konsumsi rumah tangga. Untuk 2027, pasar memperhitungkan potensi 1,5 kali kenaikan suku bunga, kendati satu kali kenaikan di awal tahun dinilai lebih realistis untuk mendinginkan laju ekonomi tanpa memicu perlambatan tajam.