Bond sell-off berlanjut, Fed terancam hike lagi, tapi global earnings justru cetak rekor. Apa yang sebenarnya terjadi di pasar global 2026? Bond sell-off yang sedang berlangsung bukan anomali — ini kelanjutan dari prose…
Empat Risiko Menyala Sekaligus: Pasar Masuk Mode Sulit
Yen menguat tajam, minyak kembali di atas $100, inflasi AS alot, dan volatilitas rendah tapi indeks stagnan. Peta risiko lengkap untuk investor. Ada saat-saat ketika pasar tidak sulit karena jatuh — tapi sulit karena s…
The Fed September 2026: Coin Flip yang Mengkhawatirkan
Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed di September 2026 anjlok ke 50% — jauh di bawah threshold historis 88%. Apa artinya bagi pasar? Sepanjang siklus kenaikan suku bunga ini, pasar selalu berhasil membaca arah T…
Utang Sovereign Makin Bahaya, Siapa yang Bisa Selamatkan?
Pidato Warsh di Jackson Hole buka isu lebih dalam: sovereign debt jadi megatrend paling berbahaya. Apakah AI cukup untuk menyelamatkan pasar? Pasar bereaksi cepat terhadap pidato Kevin Warsh di Jackson Hole — yield dua …
Fed Baru di Bawah Warsh: Hawk atau Dove?
Kevin Warsh tidak naikkan suku bunga di Juli, langsung dicap dovish. Tapi apakah kesimpulan itu terlalu terburu-buru? Ini analisisnya. Kevin Warsh baru menjabat sebagai Chair Federal Reserve kurang dari dua bulan, dan p…
NFP Juli 2026 Jeblok, IHSG Bisa Diuntungkan?
Job loss tak terduga di data NFP Juli 2026 bikin futures Wall Street naik. Apa artinya bagi Fed, yield UST, dan aliran dana asing ke IHSG? Pasar punya logika yang kadang terasa terbalik: kabar buruk soal lapangan kerja …
Yield 30-Tahun AS 5.28%: Sinyal Bahaya?
30-year Treasury yield sentuh 5.28%, tertinggi dalam 19 tahun. Apa artinya bagi investor saham, obligasi, dan pasar emerging market? Analisis makro terbaru. Angka 5.28% bukan sekadar statistik. Ketika 30-year U.S. Treas…
Obligasi Q3 2026: Di Atas 4,25%, Masih Menarik?
Yield obligasi naik ke level tertinggi, inflasi masih bandel, dan Fed beralih hawkish. Simak strategi alokasi obligasi korporat, munis, dan durasi untuk Q3 2026. Kuartal kedua 2026 jadi salah satu periode paling menarik…
Yen Jebol, Kenapa Yield SBN Kita Susah Turun?
Intervensi global penyelamatan Yen dan tingginya pasokan utang AS berdampak pada pasar obligasi Indonesia. Mengapa yield SBN sulit turun? Langkah intervensi terkoordinasi antara otoritas Jepang dan AS senilai JPY 8,45 t…
Guncangan Energi 2026: Mengapa Pasar Tidak Seberuntung 2025
Analisis dampak penutupan Selat Hormuz terhadap inflasi global, arah suku bunga bank sentral, dan koreksi valuasi pada saham AI serta private credit. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah baru-baru ini, yang berujung pa…
Peak Rate BI Sudah Tercapai, Tapi Rupiah Belum Aman
BI tahan rate di 5,75% dan Perry Warjiyo mundur. Peak rate memang meredakan risiko, tapi Fed yang makin hawkish membatasi ruang penguatan rupiah. Dua hal besar terjadi hampir bersamaan di Bank Indonesia: Perry Warjiyo m…
BI Tahan Bunga, Tapi 1 Kenaikan Terakhir Mengintai
Bank Indonesia menahan BI Rate di 5,75%, tapi satu kenaikan 25 bps ke 6% masih membayangi di 3Q26. Apa artinya bagi rupiah, obligasi, dan IHSG? Bank Indonesia baru saja mengambil langkah yang oleh sebagian pelaku pasar …
BI Tahan Suku Bunga 5,75%: Sinyal Puncak atau Jebakan?
BI menahan BI-rate di 5,75% Juli 2026 dan pilih kelola tekanan rupiah lewat hedging. Rikopedia bedah risiko, katalis, dan implikasi bagi investor saham. Bank Indonesia memilih jalan yang tak biasa. Alih-alih menaikkan s…
BI Tahan Suku Bunga 5,75%: Sinyal untuk Pasar Saham
Bank Indonesia menahan suku bunga di 5,75% dan pilih instrumen FX terarah. Apa implikasinya bagi IHSG, rupiah, dan strategi investor? Simak di Rikopedia. Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75% —m…
Strategi Obligasi 2H26: Menakar Yield di Era Suku Bunga Tinggi
Rikopedia mengulas strategi investasi obligasi di paruh kedua 2026. Temukan level masuk UST terbaik dan potensi yield riil tertinggi sejak 2008. Kebijakan suku bunga tinggi tampaknya masih akan mencengkeram pasar keuang…