LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Rahasia Margin 58% AMMN: Cetak Laba Tanpa Jual Konsentrat

Laba bersih AMMN kuartal III naik 10,6% ke USD374 juta meski penjualan konsentrat nol. Simak efek smelter ke margin dan target harga Rp5.800.


Key Takeaways

  • Laba naik tanpa ekspor konsentrat: Laba bersih (NPATMI) AMMN kuartal III naik 10,6% QoQ ke USD374 juta meski penjualan konsentrat nol, mematahkan ketergantungan pada kuota izin ekspor.
  • Margin terdorong produk hilir: Produksi katoda tembaga naik 156,2% QoQ ke 54,0 kiloton dan emas murni naik 212,5% QoQ ke 175 koz, mengangkat gross margin ke 58,2%.
  • Harga saham tertinggal dari perbaikan neraca: Di Rp3.680, saham AMMN masih turun 48% setahun terakhir pasca keluar dari indeks MSCI, padahal net gearing turun dari 117,0% ke 65,1% dengan target harga Rp5.800.

Pendapatan Amman Mineral Internasional (AMMN) pada kuartal ketiga turun 4,8% QoQ menjadi USD1,19 miliar. Namun di baris paling bawah, laba bersih atau NPATMI justru naik 10,6% QoQ menjadi USD374 juta—capaian kuartalan tertinggi sepanjang tahun ini. Kenaikan laba saat top line menyusut ini terjadi karena bauran produk AMMN sudah berubah.

Smelter Mengambil Alih, Risiko Izin Ekspor Menyusut

Selama lebih dari setahun, beban terbesar di saham AMMN adalah ketidakpastian jadwal perpanjangan izin ekspor konsentrat dari pemerintah. Kuartal ketiga menjawab keraguan itu: AMMN memproduksi 233 kdmt konsentrat (naik 30% QoQ), dan tidak satu ton pun dijual ke pasar ekspor. Seluruh konsentrat tersebut diolah sendiri di fasilitas smelter perusahaan.

Hasilnya langsung terlihat pada produk bernilai tambah tinggi. Produksi katoda tembaga naik 156,2% QoQ menjadi 54,0 kiloton (penjualan 49,7 kiloton), sementara emas murni (refined gold) naik lebih dari tiga kali lipat dari 56 koz ke 175 koz (penjualan 108 koz). Kenaikan harga jual katoda tembaga sebesar 7,8% QoQ ke USD14.735 per ton juga menutup penurunan harga jual emas murni yang terkoreksi 9,4% QoQ ke USD4.183 per ons troi.

Karena menjual produk olahan sendiri, beban pokok penjualan (COGS) turun 20,4% QoQ menjadi USD496 juta. Itu yang membuat gross margin melebar dari 50,0% di kuartal kedua menjadi 58,2%, sementara EBITDA tumbuh 13,7% QoQ ke USD705 juta. Selama sembilan bulan pertama, laba bersih mencapai USD872 juta—berbalik dari rugi USD179 juta tahun lalu dan sudah memenuhi 87,6% dari estimasi consensus setahun penuh.

Harga Saham Masih Mencerminkan Berita Lama

Di level Rp3.680, saham AMMN masih terkoreksi 48% dalam 12 bulan terakhir. Tekanan jual sejak keluarnya AMMN dari indeks MSCI pada Mei lalu membuat harga saham tertahan di bawah, seolah pasar belum menghitung operating leverage dari tambang Fase 8 dan beroperasinya smelter secara komersial.

Untuk mencapai target laba bersih tahunan sebesar USD1,11 miliar, AMMN hanya butuh mencetak USD237 juta di kuartal keempat—37% lebih rendah dari capaian kuartal ketiga. Kenaikan arus kas ini juga menurunkan rasio utang bersih (net gearing) dari 117,0% tahun lalu menjadi 65,1% tahun ini, yang mendasari target harga Rp5.800 per saham (potensi upside 58%).

Thesis ini bertumpu pada dua hal yang wajib dipantau di kuartal keempat: kestabilan operasi Double Flash Smelter agar tidak terjadi gangguan tungku (unplanned downtime) yang menahan modal kerja, serta harga tembaga dunia yang harus bertahan di atas USD10.000 per ton.