Rikopedia Market Desk
Data → Market → Sektor → Saham → Risiko → Strategi
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Momentum IHSG Mulai Berbalik: MACD Weekly Menuju Golden Cross, Foreign Outflow Mereda, Saham BBCA Pimpin Reversal

Setelah mengalami tekanan panjang dan membuat banyak investor kehilangan optimisme, IHSG mulai menunjukkan beberapa tanda awal perubahan momentum.

Sinyal tersebut belum berarti seluruh risiko sudah hilang. Namun, kombinasi antara perbaikan momentum teknikal pada chart mingguan, meredanya tekanan jual asing, serta reversal saham pemimpin seperti BBCA menunjukkan bahwa probabilitas penurunan menuju lower low baru mulai mengecil.

Pasar kemungkinan sedang memasuki fase transisi dari tekanan bearish menuju konsolidasi, sideways, atau bahkan reversal naik.

Momentum IHSG Mulai Berbalik: MACD Weekly Menuju Golden Cross, Foreign Outflow Mereda, Saham BBCA Pimpin Reversal

MACD Weekly IHSG Berpotensi Golden Cross

Pada chart mingguan, indikator MACD IHSG mulai bergerak mendekati potensi golden cross.

Golden cross MACD terjadi ketika garis MACD memotong ke atas signal line. Sinyal pada timeframe weekly memiliki bobot yang lebih kuat dibandingkan timeframe harian karena menggambarkan perubahan momentum dalam jangka menengah.

Apabila golden cross ini terkonfirmasi, momentum IHSG berpotensi menjadi lebih sehat. Dampaknya tidak hanya terlihat pada indeks, tetapi juga pada jumlah saham yang mulai mengeluarkan sinyal beli.

Kondisi seperti ini biasanya membuat aktivitas trading menjadi lebih nyaman karena kenaikan tidak hanya terjadi pada satu atau dua saham tertentu.

Namun, golden cross tetap membutuhkan konfirmasi. Investor perlu memperhatikan apakah IHSG mampu bertahan di atas level 63xx, serta didukung oleh peningkatan nilai transaksi dan market breadth.

Probabilitas Lower Low Mulai Mengecil

Secara teknikal, peluang IHSG untuk kembali mencetak lower low baru terlihat semakin kecil dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.

Skenario yang saat ini lebih masuk akal adalah:

  1. IHSG bergerak sideways untuk membentuk akumulasi.
  2. IHSG membentuk higher low sebelum melanjutkan kenaikan.
  3. IHSG melakukan reversal dan menembus resistance 6.3xx.

Hal ini bukan berarti risiko penurunan sudah sepenuhnya selesai. Namun, struktur risk-reward mulai membaik karena tekanan jual besar kemungkinan sudah banyak terdiskon selama fase koreksi sebelumnya.

Dalam fase seperti ini, investor perlu membedakan antara volatilitas normal dalam proses pembentukan bottom dan penurunan struktural menuju tren bearish baru.

Foreign Outflow Mulai Berhenti

Momentum IHSG Mulai Berbalik: MACD Weekly Menuju Golden Cross, Foreign Outflow Mereda, Saham BBCA Pimpin Reversal


Setelah mengalami foreign outflow selama berbulan-bulan, aliran dana asing mulai menunjukkan inflow positif ke pasar saham Indonesia.

Nilainya memang masih relatif kecil dan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa asing sudah kembali secara agresif. Namun, perubahan dari outflow menjadi inflow tetap menjadi perkembangan penting.

Artinya, tekanan suplai saham dari investor asing mulai berkurang.

Ketika foreign selling berlangsung terus-menerus, saham-saham berkapitalisasi besar sulit naik karena setiap kenaikan langsung bertemu dengan tekanan jual. Sebaliknya, ketika tekanan jual asing berhenti, pasar tidak membutuhkan inflow yang sangat besar untuk mulai mengalami rebound.

Foreign inflow tersebut muncul beberapa hari setelah S&P mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB/A-2 dengan outlook stabil.

Keputusan tersebut memberi sedikit angin segar bagi pasar karena mengurangi risiko ekstrem atau tail risk yang sebelumnya dikhawatirkan investor.

Sebelumnya, pasar dibayangi kekhawatiran terhadap:

  • Pelemahan posisi fiskal.
  • Tekanan terhadap rupiah.
  • Kenaikan harga energi.
  • Suku bunga global yang tinggi.
  • Ketidakpastian arah kebijakan.
  • Potensi penurunan kepercayaan investor asing.

Dipertahankannya rating Indonesia tidak otomatis membuat asing langsung masuk besar. Namun, keputusan tersebut dapat mengurangi alasan investor untuk melakukan penjualan secara agresif.

BBCA Menjadi Pemimpin Reversal

Momentum IHSG Mulai Berbalik: MACD Weekly Menuju Golden Cross, Foreign Outflow Mereda, Saham BBCA Pimpin Reversal


Untuk membaca arah pasar, jangan hanya melihat saham-saham kecil. Perhatikan terlebih dahulu saham pemimpinnya.

BBCA memiliki kapitalisasi pasar dan bobot yang sangat besar terhadap IHSG. Karena itu, pergerakan BBCA sering menjadi salah satu indikator utama perubahan risk appetite investor.

Secara teknikal, BBCA mulai menunjukkan struktur reversal berupa:

Higher low → higher high → breakout area 6.300.

Struktur higher low menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah karena pembeli bersedia masuk pada harga yang lebih tinggi dibandingkan titik terendah sebelumnya.

Sementara itu, higher high dan breakout resistance menunjukkan bahwa kekuatan pembeli mulai mampu mengalahkan suplai dari penjual.

Apabila breakout BBCA mampu dipertahankan, peluang terbentuknya tren reversal yang lebih sehat akan meningkat.

Pergerakan BBCA juga penting karena saham-saham pemimpin biasanya bergerak terlebih dahulu sebelum saham lapis kedua dan saham berkapitalisasi kecil ikut menyusul.

Urutannya sering kali seperti berikut:

Big banks dan saham indeks naik lebih dahulu → IHSG stabil → sentimen pasar membaik → likuiditas mulai masuk ke saham lapis kedua → saham kecil ikut bergerak.

Karena itu, untuk melihat arah market, lihat terlebih dahulu pemimpinnya. Saham-saham kecil biasanya akan mengikuti setelah arah indeks dan saham-saham berkapitalisasi besar menjadi lebih jelas.


Jangan Kehilangan Momentum Saat Market Crash

Kesalahan terbesar banyak pelaku pasar bukan hanya membeli saham yang salah, tetapi keluar dari pasar pada waktu yang salah.

Saat market crash, mayoritas saham biasanya turun bersama-sama. Korelasi antar-saham meningkat karena investor menjual bukan berdasarkan fundamental masing-masing perusahaan, tetapi karena kepanikan, kebutuhan likuiditas, margin call, dan risk-off global.

Namun, ketika recovery dimulai, banyak saham juga dapat mengalami rally secara bersamaan.

Masalahnya, sebagian investor sudah telanjur menyerah.

Mereka keluar ketika pasar berada di sekitar bottom karena merasa kondisi akan terus memburuk. Setelah itu, mereka baru kembali membeli ketika berita sudah positif, indeks sudah naik tinggi, dan optimisme sudah berada di puncak.

Akhirnya, mereka kehilangan bagian terbesar dari kenaikan IHSG dari fase bottom menuju fase optimistis.

Inilah pentingnya prinsip:

Time in the Market

Time in the market bukan berarti investor harus selalu membeli saham secara agresif atau menahan semua posisi tanpa manajemen risiko.

Maknanya adalah tetap mengikuti pasar, menjaga likuiditas, memantau momentum, dan mempertahankan eksposur yang terukur agar tidak sepenuhnya kehilangan fase awal recovery.

Bottom pasar hampir selalu terbentuk ketika berita masih buruk, sentimen masih negatif, dan mayoritas pelaku pasar masih takut.

Sebaliknya, ketika seluruh berita sudah terasa positif, sebagian besar kenaikan biasanya sudah terjadi.

Karena itu, jangan menunggu semua ketidakpastian hilang. Pasar bergerak berdasarkan ekspektasi masa depan, bukan hanya berdasarkan kondisi hari ini.