LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

BUVA Targetkan Rp1,54 Triliun Lewat Rights Issue

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) bersiap melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Emiten hospitality ini menargetkan perolehan dana segar mencapai Rp1,54 triliun.

BUVA akan menerbitkan sebanyak 6,15 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan (exercise price) ditetapkan sebesar Rp250 per saham. Rasio HMETD ditetapkan sebesar 4:1, yang berarti setiap pemegang 4 saham lama berhak mendapatkan 1 HMETD untuk menebus saham baru. Bagi pemegang saham yang memilih untuk tidak mengeksekusi haknya, potensi dilusi kepemilikan saham tercatat hingga 20%.

Berdasarkan jadwal yang dirilis, periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung dari tanggal 1 Oktober hingga 14 Oktober 2026. Jangka waktu ini memberikan ruang bagi pasar untuk merespons volatilitas pergerakan harga saham BUVA menjelang cum-date.

Target perolehan dana Rp1,54 triliun terhitung cukup jumbo bagi emiten di sektor hotel dan resort. Dana hasil rights issue ini diproyeksikan untuk memperkuat balance sheet, melakukan deleveraging guna menekan beban keuangan, serta mendanai capital expenditure (capex) untuk pengembangan portofolio properti luxury mereka. Langkah memperkuat struktur modal ini krusial untuk menjaga likuiditas di tengah ketatnya kompetisi industri pariwisata.

Harga pelaksanaan sebesar Rp250 per saham menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam mengukur valuasi teoritis saham BUVA pasca-rights issue. Investor perlu mengkalkulasi kehadiran standby buyer dalam aksi korporasi ini. Partisipasi penuh dari pemegang saham utama atau masuknya investor strategis baru akan menjadi katalis penting yang menentukan arah perbaikan kinerja fundamental perseroan ke depan.