LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Fed Belum Cukup Restriktif, Rate Hike Masih Terbuka

Inflasi PCE masih di atas 3,7%, ekonomi kuat, laba S&P 500 naik 20% YoY. Kebijakan moneter The Fed dinilai belum cukup restriktif untuk meredam harga.


Pidato di Jackson Hole jarang sekadar seremonial. Dan kali ini, pesan yang disampaikan cukup tegas: kebijakan moneter The Fed belum benar-benar restriktif, dan pintu untuk kenaikan suku bunga lanjutan masih terbuka.

Angkanya bicara sendiri. PCE price index — metrik inflasi yang jadi acuan utama The Fed — masih mencatat kenaikan 3,7% secara tahunan dan 4,1% dalam enam bulan terakhir. Keduanya jauh di atas target 2%. Yang lebih mencolok: kondisi ini sudah berlangsung 65 bulan berturut-turut. Bukan anomali sementara, ini sudah menjadi kondisi struktural yang terus-menerus melampaui mandat bank sentral.

Ironisnya, ekonomi justru berjalan kuat di tengah siklus kenaikan suku bunga yang sudah berjalan. Business capital expenditures naik 9% YoY — tertinggi sejak 2021. Laba perusahaan-perusahaan di S&P 500 tumbuh 20% YoY, level yang secara historis tergolong elevated. Unemployment rate bertahan di 4,1%, angka yang masih rendah berdasarkan standar historis. Tidak ada tanda-tanda ekonomi yang sedang tercekik oleh suku bunga tinggi.

Ini yang membuat argumen untuk rate hike tambahan menjadi masuk akal secara data. Jika kebijakan moneter memang sudah cukup restriktif, seharusnya ada pendinginan yang lebih terasa — baik di sisi inflasi maupun aktivitas ekonomi riil. Yang terjadi justru sebaliknya.

Di pasar kredit, sinyal yang sama muncul. Capital spreads pada corporate bonds dan leveraged loans berada near the low ends of their historical levels. Artinya, pasar kredit masih sangat accommodative — hampir tidak ada tanda-tanda policy restraint yang sesungguhnya meresap ke sistem keuangan. Kondisi ini mempersulit transmisi kebijakan moneter yang ketat ke ekonomi riil.

Implikasinya untuk pasar: jika data tidak berubah secara signifikan sebelum pertemuan September, skenario rate hike masih sangat relevan — bahkan dengan kemungkinan kenaikan tambahan setelahnya. Ini bukan skenario yang sedang di-price in oleh pasar secara penuh, terutama setelah beberapa bulan terakhir muncul ekspektasi pivot yang terlalu dini.

Untuk ekuitas, kombinasi earnings growth yang kuat dan suku bunga yang berpotensi naik lagi menciptakan dinamika yang kompleks. Valuasi S&P 500 yang sudah elevated dengan laba tumbuh 20% YoY mungkin terlihat justified secara fundamental — tapi discount rate yang lebih tinggi akan menekan multiple, terutama di segmen growth.

Yang perlu diperhatikan ke depan bukan hanya angka inflasi berikutnya, tapi seberapa cepat pasar kredit mulai merespons tekanan kebijakan. Selama spread tetap ketat dan kondisi keuangan masih longgar, The Fed punya justifikasi untuk terus bergerak.