Gubernur Fed Lisa Cook menolak tuduhan mortgage fraud dari Trump. Kasus ini berdampak pada independensi bank sentral dan outlook suku bunga AS.
Tekanan politik terhadap Federal Reserve kembali memanas. Kali ini, Gubernur Fed Lisa Cook — salah satu anggota dewan yang paling vokal soal kebijakan moneter — harus menghadapi upaya pemecatan kedua dari Presiden Donald Trump, yang kembali menggulirkan tuduhan mortgage fraud sebagai dasar hukum untuk menyingkirkannya dari kursi bank sentral.
Pengacara Cook, Abbe Lowell, merespons dengan surat setebal lima halaman kepada White House Counsel David Warrington, menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang dilayangkan terhadap kliennya "remain unfounded and untrue." Surat itu dikirimkan tepat sebelum tenggat waktu yang ditetapkan oleh staf kepresidenan Dan Scavino, yang tiga minggu sebelumnya menulis kepada Cook bahwa ada "alasan cukup untuk percaya bahwa ia memberikan pernyataan palsu dalam satu atau lebih perjanjian hipotek."
Kronologi Konflik: Dari FHFA hingga Mahkamah Agung
Upaya pertama Trump untuk memecat Cook bermula pada akhir Agustus 2025, tak lama setelah Direktur Federal Housing Finance Agency (FHFA) Bill Pulte mengirimkan criminal referral ke Department of Justice. Tuduhan intinya: Cook diklaim mencantumkan dua properti berbeda sebagai primary residence secara bersamaan dalam dokumen hipotek — sebuah pelanggaran yang, jika terbukti disengaja, bisa dikategorikan sebagai penipuan.
Cook langsung membantah dan mengajukan gugatan hukum atas pemecatannya. Mahkamah Agung AS pada akhir Juni memblokir eksekusi pemecatan tersebut, namun membuka celah bagi Trump untuk mencoba kembali dengan dasar hukum yang berbeda atau lebih kuat. Inilah yang kini sedang terjadi.
Lowell berargumen bahwa upaya pemecatan berdasarkan referral Pulte "would ignore the facts and the law." Ia juga menekankan bahwa dua tindakan yang disebut dalam surat Scavino sebagai dasar pemecatan tidak menunjukkan intentional wrongdoing, bukan merupakan tindak pidana, dan tidak memenuhi syarat "cause" sebagaimana diatur dalam Federal Reserve Act.
Ironi: Tuduhan yang Juga Menimpa Pejabat Trump
Salah satu poin paling tajam dalam surat Lowell adalah pengungkapan bahwa Trump sendiri, bersama sejumlah pejabat senior administrasinya — termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent dan Attorney General Todd Blanche — dilaporkan juga pernah mencantumkan beberapa properti sebagai primary residence di masa lalu.
Argumen ini secara langsung memperlemah narasi bahwa tindakan Cook merupakan sesuatu yang luar biasa atau kriminal. "An inadvertent oversight is not fraudulent or criminal," tulis Lowell. Ia menambahkan bahwa kesalahan Cook pada formulir yang disediakan pemberi pinjaman — yang sudah mengetahui keberadaan properti lainnya — bersifat tidak disengaja, bukan tindak pidana, dan terjadi dalam kapasitas pribadi sebelum ia menjabat.
Lowell juga memperingatkan bahwa melanjutkan pemecatan berdasarkan tuduhan ini akan bersifat selective dan "would raise troubling questions about why President Trump is singling out Governor Cook."
Implikasi bagi Pasar dan Independensi Fed
Dari perspektif pasar modal dan investasi, konflik ini bukan sekadar drama politik. Trump secara terbuka menginginkan Fed memangkas suku bunga secara agresif — sebuah kebijakan yang berpotensi mendorong risk assets dalam jangka pendek, tetapi juga memicu kekhawatiran inflasi jangka menengah jika dilakukan di luar pertimbangan data ekonomi.
Upaya eksekutif untuk menyingkirkan anggota dewan Fed — yang secara struktural dirancang independen dari tekanan politik — merupakan preseden yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern bank sentral AS. Jika Trump berhasil memecat Cook atau anggota dewan lainnya atas dasar yang dianggap lemah secara hukum, hal ini berpotensi mengguncang credibility Fed di mata pasar global.
Investor institusional dan pelaku pasar obligasi sangat sensitif terhadap sinyal bahwa kebijakan moneter AS bisa diintervensi secara politis. Dalam skenario terburuk, erosi independensi Fed bisa memicu repricing pada yield Treasury, pelemahan dolar, dan volatilitas di pasar ekuitas — terutama pada sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan, properti, dan teknologi berkapitalisasi besar.
Surat dari Lowell juga dilengkapi dengan deklarasi dari Kathleen Engel, profesor hukum riset dari Suffolk University Law School, yang memberikan dukungan akademis terhadap posisi Cook. Ini menunjukkan bahwa tim hukum Cook membangun argumen berlapis — bukan hanya membantah tuduhan secara faktual, tetapi juga membangun fondasi untuk potensi pertarungan hukum berikutnya jika Trump kembali mencoba langkah pemecatan.
Untuk saat ini, pertarungan antara eksekutif dan bank sentral AS memasuki babak baru yang lebih kompleks secara hukum. Hasilnya akan menjadi salah satu faktor penentu arah kebijakan moneter AS — dan secara tidak langsung, arah pasar keuangan global — dalam beberapa bulan ke depan.