Pemilu Swedia 13 September: blok merah-hijau unggul di survei, Sweden Democrats berpeluang masuk kabinet. Apa artinya untuk pasar Eropa dan investor lokal? Minggu ini Swedia memilih — dan meski terdengar jauh, hasil pe…
Empat Risiko Menyala Sekaligus: Pasar Masuk Mode Sulit
Yen menguat tajam, minyak kembali di atas $100, inflasi AS alot, dan volatilitas rendah tapi indeks stagnan. Peta risiko lengkap untuk investor. Ada saat-saat ketika pasar tidak sulit karena jatuh — tapi sulit karena s…
Tembaga Tembus Rekor: Sinyal yang Tak Bisa Diabaikan
LME copper tembus $14.500/ton — rekor baru sejarah. Naik 68% sejak April 2025. Apa sinyalnya untuk inflasi global dan saham tembaga Indonesia? Tembaga baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa — dan pasar mempe…
Brent Tembus $100: Perang AS-Iran Masuk Bulan Ketujuh
Brent tembus $100 per barel pertama kali sejak Juli. Perang AS-Iran masuk bulan ketujuh dan China balik borong crude — inilah dampak inflasi dan peluang yang harus dihitung investor. Minyak Brent akhirnya menembus …
Bank Jepang Diam-Diam Jual Obligasi: Apa Dampak ke Pasar Global
BoJ memangkas pembelian JGB ke ¥2,9T/bulan dan mulai jual ETF — balance sheet susut 12,6%. Simak implikasinya untuk yield global, carry trade, dan Indonesia. Bank of Japan sedang melakukan hal yang belum pernah terjadi…
Dolar Tak Lagi Satu-Satunya Permainan: Apa Arti Data COFER Terbaru
Porsi dolar AS di cadangan devisa global jatuh ke level terendah tiga dekade. Apa artinya bagi investor — dan mengapa ini bukan sekadar isu geopolitik. Dolar Amerika sedang mengalami apa yang oleh para analis disebu…
Cash Menumpuk di Money Market Funds AS
Dana investor AS parkir di money market funds mencapai rekor. Apa artinya untuk pasar saham dan potensi rotasi ke equity ke depan? Fenomena investor yang menahan dana dalam bentuk cash bukan hanya terjadi di pasar m…