China dan Rusia jadi pembeli emas terbesar dunia. Keduanya menambah cadangan emas lebih dari 1.800 ton sejak tahun 2000. Pembelian emas oleh bank sentral (terutama dari EM) meningkat drastis sejak 2022, sebagai respons terhadap sanksi pembekuan cadangan devisa Rusia. Lebih aman menyimpan emas daripada aset USD. Takut nasibnya sama seperti Rusia yang tiba2 asetnya dibekukan sama barat.
Pergeseran besar dalam cadangan devisa global untuk pertama kalinya sejak 1996, bank sentral di seluruh dunia kini memegang lebih banyak emas daripada surat utang pemerintah AS (U.S. Treasuries). Dampak utang AS yang terus membengkak, Risiko geopolitik seperti sanksi ekonomi AS yang semena2 terhadap banyak negara, Kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal dan inflasi AS. Emas tidak memiliki risiko default dan tidak tergantung pada kepercayaan terhadap pemerintah manapun. Negara-negara seperti China, Rusia, dan India memperbesar cadangan emasnya untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dan sistem keuangan AS.
Potensi supercycle komoditas keras (emas, tembaga, logam mulia) di tengah melemahnya daya tarik aset dolar.

