Alokasi terbesar di MSCI adalah BBRI sebesar 34.5% (sebelumnya: 24.5%). Kenaikan porsi BBRI sebesar 10% menjadi katalis positif bagi investor SMSCI karena: kinerja BBRI yang terus positif (per 1Q24, pendapatan naik 6% QoQ dan 18% YoY), valuasi P/BV BBRI saat ini terendah sejak 2021 (P/BV saat ini 2.23x vs. 2.16x pada 2021), dan target harga konsensus yang tinggi (Rp6,160, lebih dari 40% potensi kenaikan dari harga saat ini Rp4,340). Dengan arus keluar asing yang besar, tekanan jual diharapkan berkurang sehingga risiko penurunan saham lebih lanjut menjadi terbatas.