Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Navigating IHSG Recovery: Temporary Ceasefire and Upcoming MSCI Review in Focus

Setelah keluar news gencatan senjata sementara (Temporary pause) ditambah news FTSE status Indonesia tetap sebagai Secondary Emerging Market, IHSG mulai rebound dari titik terendahnya. Perhatikan chart di atas secara teknikal trend IHSG masih downtrend jika candle mampu melewati downtrend line akan jadi sinyal perubahan trend IHSG. Saat trend IHSG mulai naik trading cenderung enak karena banyak sinyal beli keluar. Beberapa risiko yang perlu diperhatikan kedepannya yang bisa membebani IHSG 1. Gencatan senjata antara Iran dan AS saat ini lebih bersifat temporary pause daripada gencatan senjata jangka panjang. Fundamental gap kepentingan kedua pihak masih sangat lebar mulai dari isu nuklir, sanksi, hingga kontrol atas Selat Hormuz sehingga potensi eskalasi ulang tetap tinggi. Dengan kondisi ini, ceasefire cenderung rapuh dan berisiko tidak bertahan lama jika tidak ada kompromi yang signifikan dari kedua sisi. 2.  Timeline penting Akhir April → update MSCI (critical) ...

IHSG: Dari Krisis ke Rekor Baru — Kenapa Recovery Sekarang Semakin Cepat?

  Selama 30 tahun terakhir, IHSG sudah melewati berbagai krisis. Krisis moneter 1998 yang menghancurkan sistem. Krisis global 2008 yang mengguncang dunia. Taper tantrum, crash komoditas, hingga pandemi COVID-19. Setiap kali jatuh IHSG selalu bangkit pulih dan cetak level baru Dulu butuh bertahun-tahun untuk pulih. Sekarang proses recovery pasar lebih cepat. Recovery makin cepat karena likuiditas dan sistemnya lebih kuat. Timeline Recovery IHSG 1998 (Asian Crisis) → 5–7 tahun 2000 (Dot-com) → 1–2 tahun 2008 (GFC) →  ±2 tahun 2013 (Taper Tantrum) → ±1 tahun 2015 (Commodity Crash) → 1–2 tahun 2020 (COVID-19) →  <1 tahun

War, Oil, dan IHSG: Selama Minyak > $80, Jangan Harap Rally Besar

Approval Trump di bidang ekonomi terus turun ke angka 37%, level yang mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kondisi ekonomi terutama inflasi dan biaya hidup. Di saat yang sama, probabilitas kemenangan Partai Republik di Senat juga ikut turun signifikan, dari sekitar 75% menjadi 49%. Dampaknya trump akan menghadapi tekanan untuk mengakhiri konflik (war) lebih cepat Masalahnya deal antara AS dengan Iran sulit tercapai karena gap kedua pihak terlalu lebar. Konflik Iran–AS diperkirakan berlangsung lama (protracted) sulit de-escalation. Selama konflik belum mereda or selama belum ada story gencatan nyata yang membuat harga oil turun di bawah $80 jangan berharap banyak IHSG bisa meroket naik. Defisit APBN indonesia semakin besar saat harga oil naik. Secara sensitivitas, setiap kenaikan $10 per barel minyak dapat meningkatkan defisit APBN sekitar Rp51,8 triliun. Sektor yang diuntungkan harga oil di atas $100 : Metals, Coal related, Plantation, Oil & Gas....