Langsung ke konten utama

Empat Fase Siklus Pasar Saham

 

Empat Fase Siklus Pasar Saham

Berdasarkan riset historis lebih dari 50 tahun (S&P 500), Goldman Sachs membagi siklus ekuitas menjadi empat fase utama.

1. Despair – Fase Kepanikan

Ini adalah fase bear market. Harga saham jatuh tajam, sentimen negatif ekstrem, investor fokus pada risiko, bukan peluang.

Ciri utama:

  • Harga saham turun dalam (−30% s.d −40%)

  • Valuasi (P/E) terkompresi

  • Investor menjual karena takut, bukan karena valuasi

Ironisnya, justru di fase inilah peluang jangka panjang terbaik biasanya lahir.


2. Hope – Fase Harapan

Pasar mulai rebound dari titik terendah. Yang naik bukan karena laba, tapi karena ekspektasi.

Ciri utama:

  • Harga saham melonjak cepat

  • P/E naik tajam

  • Laba perusahaan belum pulih, bahkan masih turun

Ini fase ketika: “Harga naik duluan, data menyusul belakangan.”

Likuiditas dan perubahan sentimen menjadi bahan bakar utama.


3. Growth – Fase Fundamental Sehat

Ini adalah fase terpanjang dan paling rasional.

Ciri utama:

  • Laba (EPS) tumbuh konsisten

  • Return harga relatif moderat

  • Valuasi justru cenderung stagnan atau turun

Di fase ini, pasar tidak lagi euforia. Kenaikan harga benar-benar ditopang oleh pertumbuhan bisnis.


4. Optimism – Fase Akhir Siklus

Inilah fase tempat pasar berada saat ini menurut Goldman Sachs.

Ciri utama:

  • Harga saham kembali naik cukup kuat

  • Valuasi (P/E) naik lebih cepat daripada laba

  • Investor makin percaya diri, bahkan mulai lengah

Masalahnya: Harga naik, tapi kualitas kenaikannya menurun.

Return pasar semakin bergantung pada multiple expansion, bukan pertumbuhan laba.


Posisi Pasar Saat Ini: Early–Mid Optimism

Goldman Sachs menilai siklus saat ini dimulai dari bear market Covid, yang sifatnya event-driven (cepat dan tajam). Setelah melewati fase Hope dan Growth, kini pasar global masuk fase Optimism.

Beberapa poin penting:

  • Valuasi global sudah tinggi secara historis

  • Kenaikan ke depan tidak bisa lagi mengandalkan valuasi

  • Return 2026 diproyeksikan lebih earnings-driven

Goldman juga menambahkan bahwa fase Optimism ini masih bisa berlanjut hingga 2026, terutama di pasar non-AS yang awalnya berangkat dari valuasi lebih murah.