Langsung ke konten utama

Double Chokepoint Crisis: Oil ‘Higher for Longer’, Inflasi Mengintai

 

Double Chokepoint Crisis: Oil ‘Higher for Longer’, Inflasi Mengintai

Double Chokepoint Risk


Kelompok Houthi Yaman menembakkan rudal ke Israel pada hari Sabtu untuk pertama kalinya sejak perang melawan Iran pecah sebulan yang lalu. Apakah ini berarti Houthi memasuki perang? Jika keterlibatan houthi berlanjut, fokus utama pasar akan bergeser ke Bab el-Mandeb.


Blokade atau gangguan di Bab el-Mandeb berpotensi mengganggu sekitar 6%–12% arus minyak dan perdagangan global, karena jalur ini merupakan penghubung utama Asia ke Eropa melalui Terusan Suez.


Risiko gangguan di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb dapat mengancam sekitar 25%–30% pasokan minyak global yang diperdagangkan melalui jalur laut.


Risiko inflasi dan resesi meningkat. Harga oil akan sulit turun (Higher for longer)


Apakah trump akan melunak or menyerah?


Double Chokepoint Crisis: Oil ‘Higher for Longer’, Inflasi Mengintai

Saham dan sektor yang diuntungkan kondisi saat ini


Upstream Energy: Oil & gas (MEDC, ENRG), Petrochemical (ESSA), Coal sector. Revenue langsung naik saat oil naik. “price taker” dari harga komoditas global


Secondary Winners: Shipping & tanker, Oilfield services, Energy distribution (AKRA).


OVERWEIGHT: Upstream energy & Logistics / shipping.


Double Chokepoint Crisis: Oil ‘Higher for Longer’, Inflasi Mengintai


MEDC: largest private E&P, direct ICP/Brent revenue lift.


MEDC largest private E&P (Exploration & Production) di Indonesia artinya MEDC adalah pemain swasta terbesar di sektor hulu migas (eksplorasi & produksi). Direct ICP/Brent revenue lift. Pendapatan MEDC sangat sensitif langsung ke harga minyak global (ICP & Brent). Kalau oil naik revenue & earnings MEDC naik cepat (high operating leverage). Most direct oil price torque dibanding peers, MEDC punya leverage paling “pure” ke harga minyak. MEDC berada di top of the value chain (hulu).