Setelah keluar news gencatan senjata sementara (Temporary pause) ditambah news FTSE status Indonesia tetap sebagai Secondary Emerging Market, IHSG mulai rebound dari titik terendahnya. Perhatikan chart di atas secara teknikal trend IHSG masih downtrend jika candle mampu melewati downtrend line akan jadi sinyal perubahan trend IHSG. Saat trend IHSG mulai naik trading cenderung enak karena banyak sinyal beli keluar.
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan kedepannya yang bisa membebani IHSG
1. Gencatan senjata antara Iran dan AS saat ini lebih bersifat temporary pause daripada gencatan senjata jangka panjang. Fundamental gap kepentingan kedua pihak masih sangat lebar mulai dari isu nuklir, sanksi, hingga kontrol atas Selat Hormuz sehingga potensi eskalasi ulang tetap tinggi. Dengan kondisi ini, ceasefire cenderung rapuh dan berisiko tidak bertahan lama jika tidak ada kompromi yang signifikan dari kedua sisi.
2. Timeline penting
Akhir April → update MSCI (critical)
12 Mei → rebalancing MSCI
Indonesia saat ini berada di titik krusial menjelang keputusan MSCI. Regulator sudah mulai melakukan reformasi penting, terutama terkait transparansi dan peningkatan free float hingga target 15%. Tapi masih banyak saham dengan kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi dan likuiditas rendah. Hal ini membuat beberapa saham berisiko terkena penurunan bobot bahkan dikeluarkan dari indeks.
Meski risiko downgrade ke Frontier Market dinilai kecil, potensi outflow tetap signifikan jika terjadi downweight MSCI
