Langsung ke konten utama

Indeks saham pasar negara berkembang (MSCI EM Index) terus mengalami tekanan

 

Indeks saham pasar negara berkembang (MSCI EM Index) terus mengalami tekanan

Indeks saham pasar negara berkembang (MSCI EM Index) terus mengalami tekanan ya. Potensi perang dagang dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi China. Pasar saham China memiliki bobot terbesar lebih dari 27% dalam indeks MSCI Emerging Markets.

Prospek pertumbuhan ekonomi China potensi melambat dampak kenaikan tarif dan paket stimulus ekonomi Beijing yang dianggap kurang memenuhi ekspektasi investor.

AS dan China ini 2 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Motor penggerak ekonomi global. Apalagi China mitra dagang terbesar Indonesia. Jika ekonomi China sedang batuk, Indonesia juga bakal ikut panas dingin.


Indeks saham pasar negara berkembang (MSCI EM Index) terus mengalami tekanan

Performance pasar saham negara berkembang (EM) tertinggal jauh (Underperform) dibandingkan pasar negara maju (DM).

Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman registrasi Membership Rikopedia. Komunitas edukasi untuk memahami pasar saham secara lebih terstruktur, rasional dan berbasis data. Dipandu langsung via whatsapp oleh Rikopedia praktisi pasar modal dengan pengalaman trading dan investasi sejak tahun 2008 Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership sebagai berikut : Market outlook &  analisa saham dari sisi teknikal, Fundamental dan makro ekonomi. Update data & info berkualitas seputar trading saham. Edukasi tentang money & risk management. Member bisa tanya jawab langsung lewat whatsapp. Biaya membership Rp. 500,000/ Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Membership akan terhitung dari mulai tanggal konfirmasi pembayaran diterima. Setelah melakukan pembayaran harap melakuka...

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bul...