2026: Akankah IHSG Kembali ke Fundamental, atau Terjebak Narasi?
IHSG terus meroket didorong “conglo stocks”, bukan fundamental broad-based. Pasar menjadi sentiment & liquidity-driven, bukan earnings-driven membuat pasar rentan koreksi jika narasi melemah. Kepemilikan institusi (asing & domestik) di saham Indonesia berada di level terendah. Kepemilikan Institusi asing turun ke level setara krisis GFC 2008.
*Retail sekarang menguasai >50% kepemilikan saham, bahkan lebih besar dari gabungan institusi.
Tahun 2026 akan menjadi penentuan apakah pasar Indonesia kembali ke fundamental & earnings-driven atau tetap menjadi pasar berbasis narasi & retail liquidity?
