Langsung ke konten utama

Mengapa Trading Terasa Sangat Sulit? Berikut Penjelasannya

Mengapa Trading Saham Terasa Sangat Sulit? Masalahnya Bukan di Strategi, Tapi di Otak Kita

Banyak trader merasa trading itu sulit, melelahkan, dan penuh tekanan. Padahal secara teori, trading terlihat sederhana: beli murah, jual mahal, cut loss saat salah. Namun kenyataannya, sebagian besar trader justru gagal mengeksekusi aturan mereka sendiri.

Masalahnya bukan karena kurang indikator atau strategi, melainkan karena otak manusia memang tidak dirancang untuk trading.


1. Otak Manusia Diprogram untuk Gagal dalam Trading

Secara evolusi, otak manusia berkembang selama jutaan tahun untuk satu tujuan utama: bertahan hidup (survival).

Dalam kehidupan nyata:

  • Kehilangan makanan = ancaman hidup

  • Kehilangan tempat tinggal = bahaya

  • Kehilangan keamanan = ancaman serius

Tanpa disadari, otak menganggap uang sebagai alat bertahan hidup. Maka ketika kita mengalami loss dalam trading, otak tidak melihatnya sebagai “kerugian statistik”, tetapi sebagai ancaman eksistensial.

Akibatnya:

  • Loss memicu rasa takut berlebihan

  • Otak masuk ke mode darurat

  • Rasionalitas menurun drastis

Di titik ini, trader mulai melakukan kesalahan fatal seperti revenge trading, overtrade, dan FOMO.


2. Respon Salah Otak Saat Mengalami Kerugian

Ketika loss terjadi, otak mengaktifkan mode problem solving. Namun dalam konteks trading, mode ini sering bekerja secara keliru.

Alih-alih berhenti dan mengevaluasi, otak berkata:

“Kita harus segera memperbaiki kerugian ini.”

Inilah awal dari:

  • Entry tanpa setup

  • Klik berlebihan

  • Emosi mengambil alih kontrol

Trading yang seharusnya berbasis probabilitas berubah menjadi reaksi emosional spontan.


3. Masalah Psikologis Utama Trader

a. Loss Aversion (Takut Merugi)

Trader yang tidak konsisten profit biasanya mengalami pola berikut:

  • Profit kecil cepat ditutup karena takut hilang

  • Loss besar dibiarkan karena berharap harga berbalik

Ini terjadi karena:

  • Otak lebih membenci rasa sakit dari rugi

  • Dibandingkan rasa senang dari profit

Akibatnya, rasio risk–reward rusak, dan akun perlahan terkikis.


b. Siklus Nyeri (Pain Cycle)

Seiring waktu, otak mulai mengasosiasikan trading dengan rasa sakit:

  • Stress

  • Cemas

  • Takut salah

  • Takut loss

Dari sinilah muncul kebiasaan buruk:

  • Menggeser stop loss

  • Chasing harga

  • FOMO

  • Overconfidence setelah profit

Trading bukan lagi aktivitas sistematis, melainkan roller coaster emosi.


4. Cara Memprogram Ulang Otak Trader

Solusinya bukan menambah indikator, tetapi mengubah perilaku dan sistem.

a. Kontrak Trading Harian

Setiap pagi sebelum trading:

  • Tuliskan aturan trading Anda

  • Contoh:

    • Hanya entry pada setup A & B

    • Tidak market order impulsif

    • Patuh stop loss

Lalu tandatangani.
Ini memberi sinyal serius ke otak bahwa aturan harus dipatuhi.


b. “Klik Emosional = Kalah”

Tanamkan mindset:

“Klik berikutnya yang dilakukan secara terburu-buru adalah kekalahan otomatis.”

Ini membantu:

  • Menghentikan revenge trading

  • Memberi jeda antara emosi dan aksi


c. Aturan “Bangun dari Kursi”

Jika stop loss terkena:

  • Tinggalkan meja trading

  • Jangan lihat chart selama 15–20 menit

  • Lakukan aktivitas fisik ringan:

    • Push-up

    • Jalan

    • Main gitar

    • Minum air

Tujuannya: menurunkan adrenalin & emosi sebelum kembali ke chart.


d. Evaluasi Harian

Setiap akhir sesi trading, tulis:

  • Trade apa saja yang dilakukan

  • Emosi yang dirasakan

  • Apakah aturan dipatuhi atau dilanggar

Bukan untuk menyalahkan diri, tapi untuk membangun kesadaran diri (self-awareness).


5. Manajemen Risiko: Pondasi Segalanya

Sebagus apa pun strategi, tanpa risk management hasilnya tetap nol.

a. Batas Kerugian Harian

Contoh:

  • Maksimal 1 loss per hari

  • Jika loss terjadi → STOP trading

Aturan ini melindungi akun dari kehancuran emosional.


b. Risk to Reward Ratio

Gunakan minimal 1:2:

  • Risiko 1

  • Target profit 2

Dengan rasio ini:

  • Win rate rendah pun masih bisa profit

  • Emosi lebih terkontrol

  • Sistem bekerja secara statistik


Kesimpulan

Trading sulit bukan karena market kejam, tetapi karena:

  • Otak manusia tidak cocok untuk keputusan cepat berbasis probabilitas

  • Emosi primitif sering mengalahkan logika

  • Trader gagal mematuhi aturan yang mereka buat sendiri

Kunci menjadi trader konsisten bukan mencari strategi sempurna, melainkan:

  • Trading mekanis

  • Disiplin aturan

  • Manajemen risiko ketat

  • Mengalahkan ego, bukan market


    Market tidak perlu dikalahkan.

Yang perlu ditaklukkan adalah diri sendiri.

Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman registrasi membership Rikopedia. Dengan join membership anda akan mendapatkan bimbingan trading saham dan update informasi yang berkualitas via group WhatsApp.  Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership detailnya sebagai berikut : Update info saham yang masuk dan keluar portofolio Rikopedia .  Update info saham secara teknikal, fundamental & analisa makro ekonomi. Update news, Sentimen, Trading plan, Money & risk management. Sharing strategy trading saham berdasarkan pengalaman Rikopedia sejak tahun 2008. Member bisa tanya langsung dengan Rikopedia lewat whatsapp. Masuk group WhatsApp premium. Biaya membership Rp. 500,000/ Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Membership akan terhitung dari mulai tanggal konfirmasi p...

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bul...