JOIN MEMBER PREMIUM SILAHKAN MASUK DISINI

Berakhirnya moratorium BUMI

Analisa Saham BUMI. saham BUMI sekarang berada pada level 50. Moratorium atau perlindungan hutang PT.bumi resources Tbk berakhir pada tanggal 24 oktober 2015.terjadi kesepakatan dengan kreditur dan pemegang obligasi (bond holder) untuk tidak memperpanjang moratorium hutang yang dikeluarkan oleh pengadilan singapura tersebut. Pada akhir tahun 2014 Moratorium diajukan BUMI melalui tiga anak usahanya yaitu Bumi investment pte.ltd, Bumi capital Pte.ltd, dan Enercoal Resources Pte. Ltd. setelah dikeluarkan moratorium tersebut pengadilan singapura tidak boleh terjadi terjadinya pengalihan aset pada anak usaha BUMI. Moratorium yang dikeluarkan pada akhir tahun 2014 itu seharusnya selesai pada bulan mei 2015 namun mendapat perpanjangan 5 bulan sampai 24 oktober 2015. BUMI mengalami masalah dengan para krediturnya karena hutang yang menumpuk sangat banyak dan tidak memiliki kemampuan untuk membayarnya. cara untuk membayar hutang tersebut ada 2 cara yaitu yang pertama menjual aset, opsi kedua menukar hutang dengan saham. opsi yang pertama menurut saya sangat logis tapi sepertinya BUMI tidak akan semudah itu melepas aset-asetnya sebelum benar-benar terjepit. dan benar saja bumi memilih opsi yang kedua yaitu menukar hutang dengan saham. salah satu skemanya yaitu dengan BUMI akan menambah saham baru non HMETD sebanyak 32.5% dari modal yang ditempatkan atau disetor penuh. Saham baru tersebut akan ditukar dengan hutang sebesar US$1.9 Miliar. Harga saham baru tersebut berkisar pada harga Rp.1100, woow padahal harga saham BUMI sekarang cuma di hargai 50 perak, Hutang senilai 1.9 miliar dolar diganti dengan saham BUMI senilai 50 perak, apakah mungkin kreditur BUMI menyetujui skema tersebut? 

Postingan terkait:

3 Tanggapan untuk "Berakhirnya moratorium BUMI"

  1. NongHyup (XA) Corp. Update News
    Terkait Restrukturisasi Utang, Bumi Resources (BUMI) Putuskan Tidak Perpanjang Moratorium
    PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memutuskan untuk tidak meminta perpanjangan moratorium ke pengadilan Singapura terkait upaya restrukturisasi utang senilai total US$3,98 miliar.
    Perseroan sebelumnya mendapatkan moratorium dari pengadilan Singapura yang melarang dilakukannya pengalihan aset sejumlah anak usahanya dan transaksi kepada kreditur secara terpisah sampai pembicaraan dengan seluruh kreditur rampung.
    Bumi Resources (BUMI) lewat anak usahanya yaitu Bumi Capital Pte. Ltd., Bumi Investment Pte. Ltd., dan Enercoal Resources Pte. Ltd. mengajukan permohonan moratorium pada akhir 2014.
    Moratorium tersebut mestinya berakhir pada Mei 2015, tapi kemudian diperpanjang sampai 24 Oktober 2015.
    BUMI masih menunggu kesepakatan final dengan para kreditur, termasuk rencana pengalihan 42% saham PT Bumi Resource Minerals Tbk. (BRMS) yang merupakan salah satu anak usahanya.
    Pada awal Oktober 2015, BUMI menyampaikan sejumlah skema restrukturisasi utang yang disiapkan untuk membayar kewajiban perusahaan. Beberapa di antaranya adalah niatan menggelar non-preemptive rights issue di harga Rp1.100 per saham, konversi utang sebesar US$630 juta kepada China Investment Corporation (CIC) dan China Development Bank (CDB-) menjadi saham di anak-anak usaha, dan penjualan saham PT Fajar Bumi Sakti (FBS) kepada Axis Bank senilai US$100 juta.
    Secara keseluruhan, perseroan berharap dapat memangkas utang hingga US$2,7 miliar dari ketiga mekanisme ini. BUMI mengharapkan kesepakatan prinsip dengan para kreditur dapat dicapai akhir bulan ini.
    [BUMI (daily): not rated (NHKS_Research|Disclm.On)

    ReplyDelete
  2. BUY Bumi dan BRMS.
    - BUMI ke PKPU karena yakin sudah dapat cukup support dari majority lender, tapi belum 100% setuju. Poin utama dan structure restructuring seharusnya sudah jadi.
    - Mereka ke PKPU untuk mensahkan master restructuring agreement.
    - China kemungkinan besar sudah setuju. Jadi deal CIC is on and going live.
    - Lender yg kecewa kemungkinan besar akan tuntut BUMI di prnagilan NY dan SG, karena bond/hutang ada yg English governing law dan NY governing law (Reg144S).
    - Tapi restructuring akan jalan terus. Kalaupun kalah di pengadilan NY dan SG, lender akan susah execute. Terutama jika pengadilan Indonesia memenangkan BUMI.

    ReplyDelete
  3. You might not follow this because it’s too complicated. But, now we think you need to spend a bit of your time on this: BUMI has decided not to apply for its debt moratorium which expired on October 24th. What does it mean? It could mean either 1) its debt restructuring is close to finalize or 2) it will bring the debt restructuring to the PKPU mechanism in Indonesia. Whatever it is, we think the bottom line is the process is being expedited. This could also have an implication to BRMS because without the debt moratorium, BRMS’s stake can be transferred to CIC as part of debt restructuring. Without the certainty on the debt restructuring, we can see BRMS is valued only IDR50/share. We believe the current BRMS share price is absolutely undervalued. If we only value Newmont, BRMS’ largest asset, and give zero valuations to other reserve-certified assets (Dairi and Gorontalo), the intrinsic value of BRMS is IDR88/share, which is higher than the current share price. Note that Newmont is in expansion mode at the moment, and strong contributions from Newmont have been reflected in BRMS’ numbers

    ReplyDelete