Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

IHSG tembus level terendah tahun 2018

IHSG year to date sudah turun 13.44% dengan net sell asing sebesar 4.74 triliun. Di group premium Rikopedia sudah kita info potensi swing down IHSG sejak tanggal 20 Januari 2020 bisa baca analisanya di sini Penyebab IHSG lesu Menghitung target koreksi IHSG dengan fibonacci Menghitung target koreksi IHSG dengan fibonacci dan chart pattern Arah IHSG masih berjalan sesuai dengan analisa yang saya buat sebelumnya dengan judul menghitung target koreksi dengan fibonacci dan chart pattern.  Secara teknikal candle IHSG baru saja menembus level support kuat tahun 2018 di level 5557. Sehinggal support tahun 2018 sekarang berubah menjadi resistance kuat IHSG (Support becomes resistance). Secara teknikal IHSG potensi melanjutkan penurunan menuju fibonacci 61.8% area level psikologis 5000. Banyak bad news selama bulan February dampaknya baik saham fundamental bagus atau jelek turun signifikan. Sentimen yang membebani IHSG antara lain sentimen virus corona, potensi perlambatan ekonomi

Kapan pasar saham bangkit?

IHSG year to date sudah turun 13.44% dengan net sell asing sebesar 4.74 triliun. Di group premium Rikopedia sudah kita info potensi swing down IHSG sejak tanggal 20 Januari 2020 bisa baca analisanya di sini Penyebab IHSG lesu Menghitung target koreksi IHSG dengan fibonacci Menghitung target koreksi IHSG dengan fibonacci dan chart pattern Pertanyaannya selanjutnya kapan IHSG mulai bangkit?  Salah satu sentimen negatif yang membebani IHSG tahun 2020 ini adalah sentimen virus corona. Jika kita samakan dengan kasus SARS tahun 2002-2004, Dampak negatif SARS ke pasar saham sekitar 3-6 bulan setelah itu pasar saham mulai recovery. Apakah sentimen virus corona ini akan berdampak sementara ke pasar saham seperti kasus SARS tahun 2002-2004? Mayor bank sentral seperti FED ECB BOJ PBOC sama-sama memberikan stimulus untuk mencegah perlambatan ekonomi dampak virus corona. Mayor bank sentral semakin agresif memberikan stimulus seperti QE dan pemangkasan suku bunga. Bisa dilihat data di

Menghitung target koreksi IHSG dengan fibonacci dan chart pattern

IHSG hari ini capai target koreksi kisaran level 5600-5700 seperti yang saya bahas di postingan sebelumnya dengan judul menghitung target koreksi IHSG dengan fibonacci . Pertanyaan selanjutnya adalah setelah capai target koreksi apakah IHSG potensi balik arah atau lanjut koreksi? Fyi group premium Rikopedia sudah antisipasi koreksi IHSG sejak tanggal 20 Januari 2020. Fibonacci IHSG IHSG symmetrical triangle IHSG year to date sudah turun 9.69% dengan net sell asing ytd 3.67 triliun secara teknikal masih dalam fase bearish. kali ini penulis akan menggunakan sudut pandang yang lebih luas lagi dengan chart weekly. Dari chart weekly terlihat level strong support di level 5557, Di tahun 2018 level support 5557 jadi area rebound IHSG. Tahun 2020 ini IHSG menguji kedua kalinya level support 5557 jika level tersebut berhasil ditembus IHSG potensi melanjutkan koreksi kisaran fibonacci 61,8% level psikologis 5000. Chart pattern IHSG juga membentuk symmetrical triangle. Jika te

Saham ADMG apakah layak investasi jangka panjang

Saham ADMG sekarang berada di level 128 rupiah, Yang membuat penulis tertarik adalah rasio PBV ADMG 0.16. Book value ADMG 809 rupiah sedangkan harga pasar cuma 128 rupiah. Apakah ADMG kategori saham undervalue dan layak untuk investasi jangka panjang? PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) adalah perusahaan tekstil yang memproduksi polyester, Elena Glikol, Nilon. Pada tanggal 28 Juni 2018, Perusahaan menjual seluruh kepemilikan saham PT Filamendo Sakti yang menjalankan kegiatan operasi pembuatan nylon filament yarn, polyester-chips untuk bahan baku pembuatan kain nylon cord dan fishing net yarn. Sehingga yang menyumbang pendapatan ke perusahaan tinggal dari bisnis polyester dan petrokimia .  Pemegang saham ADMG Dari data laporan keuangan kuartal 3 tahun 2019 pemegang saham ADMG seperti di bawah ini 49.5% saham dipegang oleh Provestment Limited, 25.5% saham dipegang oleh PT Gajah Tunggal Tbk, 10.4% dipegang oleh PT Satya Mulia Gema Gemilang dan sisanya 14,5% dipegang

Belum ada pola reversal di IHSG

IHSG sejak keluar sinyal jual tanggal 20 Januari 2020 sampai hari ini belum ada pola reversal/ pembalikan arah, pasar saham masih dalam fase bearish. Dipostingan sebelumnya saya sudah membuat artikel menghitung target koreksi IHSG dengan fibonacci , Target fibonacci 161.8 di area 5600-5700 masih ada peluang untuk disentuh.  IHSG fase bearish Minggu kemarin IHSG sempat rebound karena sentimen penurunan suku bunga BI. cuma dipenutupan hari jumat IHSG belum mampu melanjutkan rally dan malah terbentuk candle bearish. Selama candle masih di bawah level psikologis 6000 IHSG masih cenderung volatile dan melemah. Sentimen yang membebani IHSG antara lain potensi perlambatan ekonomi China dampak virus corona. Dampak virus corona potensi membuat ekonomi China tumbuh di bawah 6%. Perlambatan ekonomi China potensi membebani pertumbuhan ekonomi Indonesia . Setiap 1% penurunan ekonomi China berdampak 0.3%-0.6% ke Indonesia. Kuartal 1 tahun 2020 diprediksi ekonomi indonesia bakal tumbu

BBNI menguji level MA200

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Kamis (20/2/2020) sore ini, menetapkan rasio pembayaran dividen atau dividen pay out ratio sebesar 25% dari laba bersih tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp15,38 triliun. Dividen per saham BBNI 206.2 Rupiah.  Secara teknikal analisis saham BBNI juga masuk fase strong bullish dan membentuk pattern symmetrical triangle. Jika mampu menembus MA200 saham BBNI potensi rally ke level 9400. Stop loss jika saham BBNI turun ke level 7350. Group premium Rikopedia sudah akumulasi saham BBNI range 7700-7900. Pattern symmetrical triangle BBNI Chart pattern saham BMRI Potensi dividen saham BJTM Potensi dividen saham ADMF Join membership Rikopedia di sini Testimoni member di sini

Katalis saham SCMA

Sejak pertengahan bulan Januari harga saham SCMA cenderung tertekan. Harga saham SCMA turun turun dari level 1625-1310. Hari ini saham SCMA mulai balik arah/reversal setelah menyentuh area strong support 1330 . Indikator MACD juga terlihat mulai recovery. Saham SCMA potensi buat higher high dengan target area resistance 1625-1785. Stop loss jika close < 1320. Katalis positif saham SCMA  Kerjasama strategis dalam bidang produksi konten antara SCMA dan MNCN akan meningkatkan efisiensi produksi konten kedepan dan akan menghilang perang tarif kenaikan rate card dari iklan televisi akan berdampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan dan peningkatan marjin keuntungan kedepan. Sumber dari riset indopremier MNCN tahun 2020 ini akan menaikan tarif iklan sebesar 30% dan SCMA juga potensi menaikan tarif iklan dengan bobot yang sama pada maret 2020. Proyeksinya tahun 2020 ini pendapatan SCMA potensi naik kisaran 26.7% Join membership Rikopedia di sini Testimoni member

Potensi double bottom saham PTPP

Potensi double bottom saham PTPP Setelah tertekan sejak pertengahan bulan Januari saham PTPP akhirnya memberikan sinyal reversal atau balik arah. Jika mampu menembus level resisten 1490 potensi membentuk pattern double bottom dengan target kisaran level 1640. Stop loss jika saham PTPP buat lower low atau di level 1320. Menurut pemaparan manajemen PTPP dalam rapat kerja dengan komisi 6 DPR menyebutkan pendapatan sebelum audit turun -1.79% YoY menjadi 24.66 triliun dan laba bersih PTPP menjadi 1.2 triliun.  Analisa saham PTBA Analisa saham SCMA 

Potensi teknikal rebound saham PTBA

Sebelumnya saya sudah membuat tulisan tentang potensi dividen yield saham PTBA  kali ini saya akan membahas peluang trading di saham PTBA. Pemerintah mengeluarkan wacana memberikan keringanan pada industri batu bara yang mau melakukan hilirisasi batu bara. Salah satu insentifnya adalah menggratiskan royalti alias setoran wajib ke negara. Proyek gasifikasi batu bara yang akan digarap PT Bukit Asam (PTBA) akan menjadi salah satu yang diberikan insentif. Berita tersebut akan jadi katalis rebound saham PTBA. Saham PTBA Saham PTBA secara teknikal akan menguji resisten 2400 jika breakout potensi rally kisaran fibonacci 61.8% area 2500-2600. Stop loss jika saham PTBA buat lower low atau tembus support 2160. Join membership Rikopedia di sini  Testimoni member di sini  Channel telegram  https://telegram.me/rikopedia

Sentimen pengerak IHSG

Minggu kemarin IHSG teknikal rebound  kisaran level psikologis 6000 setelah pasar saham tertekan selama bulan Januari. Beberapa sentimen yang menggerakan market antara lain meredanya sentimen virus corona, Stimulus Bank Sentral China atau People Bank of China (PboC) yang menurunkan bunga reverse repo untuk menambah likuiditas pasar, Selain itu PBoC juga menyuntikkan dana 1,7 triliun yuan (sekitar USD242,74 miliar) melalui operasi pasar terbuka, Kemudian news tentang China yang melakukan pemangkasan tarif impor barang dari AS dengan nilai US$ 120 miliar, Naiknya cadangan devisa indonesia menjadi US$ 131,7 miliar, Penguatan rupiah ke level 13675, Bulan Februari ini pelaku pasar akan fokus pada rilis laporan keuangan kuartal 4. IHSG IHSG secara teknikal masih dalam fase bearish candle IHSG masih di bawah semua garis moving average. Cerita chart IHSG masih teknikal rebound.  Koreksi pasar saham di awal tahun 2020 kesempatan untuk akumulasi saham yang memberikan dividen yield ti

Menghitung potensi dividen saham BJBR

Saham BJBR mengalami penurunan tajam dalam beberapa bulan ini. Tiga bulan terakhir saham BJBR turun 44.63%. Penurunan saham BJBR memberikan peluang kepada investor untuk mendapatkan dividen yang lebih besar. Perhatikan histori pembagian dividen saham BJBR di bawah ini. Saham BJBR Perhatikan data rasio pembayaran dividen (DPR) dan dividen per lembar (DPS) mulai tahun 2016-2018. BJBR selalu konsisten membagi dividen kisaran 89-90 rupiah dengan rasio pembayaran dividen (dividen payout ratio) kisaran 55%-74%. Jika tahun 2020 ini BJBR membagi dividen kisaran 89 rupiah seperti 3 tahun sebelumnya maka potensi dividen yield saham BJBR  kisaran 8.8%. Join membership Rikopedia di sini Testimoni member di sini Channel telegram Rikopedia  https://telegram.me/rikopedia

Menghitung potensi dividen saham ADMF

IHSG lagi koreksi peluang untuk akumulasi saham-saham yang membagikan dividen jumbo buat antisipasi musim dividen di bulan 4-5. Sebelumnya saya sudah membahas potensi dividen saham BJTM,   Potensi dividen HMSP , Dipostingan kali ini ini saya akan membahas potensi dividen saham ADMF.  Kinerja ADMF 3 tahun terakhir konsisten tumbuh, Untuk tahun 2019 sampai dengan kuartal 4 laba bersih ADMF masih tumbuh 16.2% YoY menjadi 2,1 triliun . Selain itu ADMF juga sangat rajin bagi dividen. Rasio pembayaran dividen (Dividen payout ratio) selalu konsisten kisaran 50%.  Dengan laba bersih tahun 2019 sebesar 2110 rupiah per lembar saham maka potensi dividen ADMF kisaran 1055 rupiah (Asumsi dividen payout rasio 50%). Harga sekarang berada di level 10000 maka potensi dividen yield ADMF kisaran 10.5%. *Dividen bisa saja berubah tergantung kebijakan dividen payout ratio. Analisa di atas baru sebatas estimasi atau perkiraan.  Join membership Rikopedia di sini Channel telegram 

Menghitung target koreksi IHSG dengan fibonacci

Sebelumnya saya sudah membuat postingan tentang penyebab IHSG lesu bisa baca analisanya di sini , Di group whatsapp premium Rikopedia juga sudah antisipasi koreksi IHSG sejak tanggal 20 Januari 2020 bisa lihat di bawah. Sinyal jual IHSG tanggal 20 Januari Kali ini saya akan menghitung target koreksi IHSG dengan fibonacci . Secara teknikal IHSG masih dalam fase bearish, Candle hari jumat juga terlihat bearish masih dominan di market belum ada tanda pembalikan arah atau reversal. Indek regional tutupan hari jumat juga masih koreksi bahkan EIDO ditutup minus -3.32% artinya IHSG masih potensi melanjutkan koreksi.  IHSG fase bearish jika tembus level support 5939 potensi melanjutkan penurunan kisaran fibonacci 161.8% area 5600-5700 . Penurunan IHSG bisa menjadi peluang untuk akumulasi saham-saham yang membagikan dividen jumbo. Bulan 4&5 musim pembagian dividen Menghitung potensi dividen yield BJTM Menghitung potensi dividen HMSP Daftar saham dengan dividen yield