Join membership Rikopedia klik disini
Portofolio dan testimoni klik disini

Bursa saham lesu bagaimana strateginya?

Bursa saham lesu bagaimana strateginya?
Sejak pertengahan bulan Februari 2019 market cenderung lesu, IHSG cenderung konsolidasi range 6360-6560 setelah pasar rally panjang sejak awal bulan November sampai dengan Januari 2019. IHSG sudah rally sejak bulan November mulai level 5600 sampai dengan level 6500 hanya dalam waktu 3 bulan. Setelah rally panjang IHSG cenderung konsolidasi range 6360-6560. Saat fase IHSG konsolidasi seperti sekarang cenderung susah mencari cuan di market beda saat pasar saham sedang bullish.

Bulan Maret ini market banyak sentimen negatif dari eksternal seperti belum adanya kepastian negosiasi dagang AS China, Perlambatan ekonomi global seperti di china, zona euro dan AS juga sudah mulai terdampak perlambatan ekonomi. Sentimen dari dalam negeri seperti pelemahan rupiah, Pilpres

Bursa saham lesu bagaimana strateginya untuk tetap bisa profit

  1. Pilih saham yang potensi membagikan dividen yield jumbo, Bulan Maret-April akan masuk musim pembagian dividen. Emiten yang membagikan dividen yield jumbo seperti BJTM TOTL WSBP ITMG. Emiten yang potensi membagikan dividen yield jumbo silahkan baca disini
  2. Buy on weakness atau buy on support emiten yang kinerjanya bagus/bertumbuh. cari level support kuatnya, Emiten yang fundamentalnya bagus sahamnya cenderung cepat naik lagi saat market masuk fase bullish lagi. Emiten yang fundamentalnya bagus contoh seperti PGAS
  3. Jika anda trader jangka pendek pilih saham uptrend hindari saham downtrend. Follow the trend.
  4. Saat market lesu kurangi alokasi dana buat trading jangan agresif. Tunggu momentum bullish baru agresif trading lagi.
Cara join member premium Rikopedia klik di sini 
Testimoni member premium Rikopedia cek di sini  
Channel telegram klik di sini
Facebook fanpage klik di sini




 

Postingan terkait: