Portofolio Rikopedia klik disini
Cara join membership klik disini

Strategi trading simple tetapi powerful

Penulis selama ini menyukai sesuatu yang simple dan menghindari hal-hal yang rumit. Seperti apa yang dikatakan einstein orang pintar menyederhanakan yang rumit bukan merumitkan yang sederhana. Penulis juga tidak menggunakan aplikasi berbayar dan hanya menggunakan aplikasi gratisan dari sekuritas, chart nexus dan dari investing.Walaupun teknik trading yang kami pakai simple tetapi bisa menghasilkan cuan puluhan juta di bursa saham.

Strategi trading kami intinya adalah membaca cerita chart, bagaimana mengendarai trend yang di buat bandar, mengantisipasi semua perubahan yang ada di market, Membatasi resiko trading sekecil mungkin saat salah posisi.


Strategi trading simple tetapi powerful

Startegi trading simple tetapi powerful

1. Pilih saham yang fundamentalnya bagus untuk trading dan hindari saham gorengan.

Analisa fundamental sangat penting, pilih saham yang fundamentalnya bagus untuk trading hindari saham gorengan. Saham yang fundamentanya bagus resikonya cenderung kecil dibandingkan trading saham gorengan. Usahakan trading saham yang masuk indeks LQ45 karena liquid.Analisa fundamental meliputi Bagaimana prospek perusahaan kedepan, hitung valuasi harga sahamnya hindari saham yang valuasinya terlalu mahal, Pelajari bisnisnya, apakah perusahaan selalu bertumbuh, hindari saham yang punya hutang terlalu besar, Punya produk/jasa yang biasa dipakai orang banyak, Hindari saham yang punya track record jelek, pilih saham yang rutin bagi dividen dll

2. Pilih saham uptrend hindari saham downtrend.

Penulis selama ini selalu trading di saham uptrend karena potensi profitnya lebih besar daripada trading di saham downtrend atau sideways. Trend adalah sebuah kecenderungan. Uptrend artinya kecenderungan naik.

3.Beli saat breakout

Beli saat breakout potensi cuannya lebih besar karena harga saham setelah breakout akan cenderung melanjutkan penguatan. Dalam menggunakan strategi ini trader harus mempunyai kemampuan menentukan level-level resisten kuat, Kemampuan membaca price action seperti apakah saat breakout didukung dengan kenaikan volume atau tidak, Harga saham saat menembus resisten kuat dengan didukung kenaikan volume cenderung melanjutkan penguatan atau melanjutkan rally.

4.Beli di level strong support

Harga saham saat menyentuh level strong support akan cenderung rebound karena banyak minat beli di level support. Beli di level support resikonya lebih rendah tetapi peluang profitnya lebih kecil dibandingkan beli saat breakout. Biasanya harga saham saat turun di level support tidak langsung naik kadang harus konsolidasi beberapa hari baru naik. Menggunakan strategi buy di level support trader harus memiliki pengetahuan menentukan level-level support kuat yang sulit ditembus.

5. Trading menggunakan chart pattern

Memahami chart pattern akan memudahkan anda membaca cerita chart, Penulis selama ini trading cenderung menggunakan chart pattern seperti cup and handle, bullish flag , inverse head and shoulders, pattern double bottom. Chart pattern sangat mudah dipelajari dan mudah di praktekan dalam trading saham.

6. Diversifikasi

Jangan taruh telur dalam satu keranjan. Jangan membeli 1 saham dengan seluruh modal anda karena resikonya lebih besar. Kecuali jika kita kenal dengan bandarnya atau tahu dengan sangat detail perusahaan yang kita beli. Saran lebih melakukan diversifikasi untuk menghindari kesalahan dalam pembelian saham.

7. Batasi resiko sekecil mungkin

Batasi resiko trading sekecil mungkin saat market melawan posisi trading kita.Trader harus siap cutloss saat pasar berbalik arah melawan posisi trading yang trading yang kita ambil, Batasi resiko trading sekecil mungkin.


Cara join member premium klik di sini 
Testimoni member premium cek di sini  
Channel telegram klik di sini
Facebook fanpage klik di sini




Postingan terkait: