Join member Rikopedia disini
Portofolio Rikopedia disini

Analisa fundamental saham WTON

Analisa fundamental saham WTON. Saham WTON adalah salah satu saham yang baru listing di bursa efek indonesia. Mulai diperdagangkan pada kuartal 2 tahun 2014. saham WTON adalah salah satu anak perushaaan PT. Wijaya karya (persero) Tbk . Bisnis WTON adalah adalah memproduksi beton pracetak di indonesia dalah salah satu market leadernya. Produksi beton wijaya beton antara lain balok jembatan, tiang pancang, pipa, bantalan jalan rel kereta api, produk beton maritim, beton bangunan gedung dan dinding penahan tanah. WTON adalah salah satu usaha milik WIKA yang pertama kali bisnis nya adalah membuat tiang listrik dengan cara konvensional untuk keperluan PLN. Setelah usaha WTON tumbuh dengan baik dan pesat akhirnya perusahaan berdiri sebagai entitas sendiri pada tahun 1997. Usaha wika beton semakin berkibar pada tahun 2012 kemudian perusahaan mendirikan usaha wika kobe ( wijaya karya komponen beton). WIKA koe adalah salah satu perusahaan yang didirikan oleh WIKA dengan bantuan PT. komponindo beton jaya (merupakan anak usaha PT. mitsubushi construction co. Ltd).

Prospek usaha WTON dimasa depan  

Indonesia sedang gencar-gencar menggenjot pembangunan infrastucture di indonesia. Salah satu program yang di kerjakan pemerintah untuk menggenjot pembangunan infra di indonesia adalah dengan program MP3I ( masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomni indonesia) dimana pemerintah menggelontorkan dana sebesar 2000 triliun. program tersebut tentu akan berdampak bagus buat penjualan dan pendapatan perusahaan WTON mengingat WTON adalah salah satu market leader usaha beton pracetak di indonesia. selain itu perusahaan juga tidak dibingungkan dengan bahan baku produksi. karena WTON sudah mengamankan pasokan bahan baku dengan aksi akuisisi tiga area tambang yang terletak di lambung, cigudeg, dan palu sehingga kebutuhan bahan WTON sampai 40 tahun kedepan aman. selain itu ada informasi bahwa perusahaan akan meningkatkan produksi hingga 3.3 juta ton pada tahun 2018.





Postingan terkait: