Langsung ke konten utama

Apa itu Inverted Yield Curve ?

"Ada kekhawatiran karena terjadi inverted yield. Sebab, ini merupakan tanda-tanda awal terjadinya resesi," tegas Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services yang berbasis di Indiana, mengutip Reuters.

Berita yang baru keluar hari ini tentang kekhawatiran akan adanya resesi di AS karena terjadinya inverted yeild. Apa itu inverted yield?

Inverted Yield Curve terjadi pada suku bunga jangka pendek lebih besar dari suku bunga jangka panjang artinya bahwa baik kebijakan moneter maupun fiskal saat ini bersifat membatasi dan probabilitas kontrak ekonomi di masa depan tinggi. Berdasarkan riset kurva Inverted Yield telah menjadi prediktor resesi terbaik dalam perekonomian.

Apa itu Inverted Yield Curve ?

Yield Curve ini punya dua kegunaan bagi pelaku pasar: 

1. Sebagai tool untuk memprediksi keadaan ekonomi kedepan.
2. Sebagai patokan harga bagi Investor yg melakukan transaksi obligasi, apakah beli kemahalan atau kemurahan.

Fenomena yield curve disebabkan market yg mempersepsikan datangnya resesi yg besifat deflasioner (lawannya inflasioner). - Inflasioner menyebabkan nilai obligasi menurun akibat inflasi, sedangkan deflasioner menyebabkan nilai obligasi naik akibat dari deflasi dampaknya pemegang obligasi mau mengunci pada yield yg lebih rendah dibanding yield jangka pendek. Jadi inverted yield curve merupakah signal yg kuat atas akan datangnya Resesi.






Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman registrasi membership Rikopedia. Dengan join membership anda akan mendapat bimbingan trading saham dan update informasi yang berkualitas via group WhatsApp.  Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership detailnya sebagai berikut : Update saham yang masuk dan keluar portofolio Rikopedia .  Fokus trading 3-5 saham.  Analisa saham secara teknikal, fundamental & analisa makro. Update news, Sentimen, Trading plan, Money & risk management. Sharing ilmu dan strategy trading saham berdasarkan pengalaman Rikopedia sejak tahun 2008. Member bisa diskusi dan konsultasi portofolio. Biaya join membership Rp.500,000/Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Membership akan terhitung dari mulai tanggal konfirmasi pembayaran diterima dan aktifasi pertam

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bulan Maret minus 5 juta PTBA profit 123 juta BBTN profit 65 juta                                                         Porto