Pasar global saat ini sedang berada dalam fase yang unik. Di satu sisi, banyak aset berisiko masih terlihat kuat. Saham teknologi, semikonduktor, komoditas, emas, hingga beberapa pasar negara berkembang masih mendapat dorongan dari narasi besar: AI capex, belanja fiskal pemerintah, inflasi struktural, dan pertumbuhan nominal GDP yang sangat besar. Namun di sisi lain, semakin banyak tanda bahwa siklus ini sudah mulai masuk fase yang lebih sensitif. Pasar masih bisa naik, tetapi fondasinya semakin rapuh. Michael Hartnett dari BofA menyebut kondisi ini sebagai “Boom Loop” . Artinya, pasar masih berada dalam lingkaran positif antara ekonomi, laba korporasi, harga aset, dan kebijakan pemerintah. Tetapi jika salah satu variabel penting rusak — terutama yield obligasi AS — maka boom ini bisa berubah menjadi tekanan besar bagi pasar. Apa Itu Boom Loop? Secara sederhana, Boom Loop adalah siklus ketika pertumbuhan ekonomi nominal, belanja pemerintah, laba perusahaan, dan h...
Pasar minyak global kembali masuk ke fase yang sangat sensitif. Bukan hanya karena harga minyak naik, tetapi karena sumber masalahnya berasal dari sisi pasokan: perang, gangguan jalur logistik, kerusakan infrastruktur energi, dan risiko berkepanjangan di Selat Hormuz. Banyak analyst memberikan outtlook sektor oil & gas menjadi OVERWEIGHT . Asumsi harga minyak 2026 juga dinaikkan cukup agresif dari USD65/barel menjadi USD100/barel . Ini menandakan bahwa pasar tidak lagi hanya membaca kenaikan minyak sebagai shock sementara, tetapi mulai melihat adanya risiko struktural: suplai energi global bisa ketat lebih lama dari perkiraan. Selat Hormuz: Titik Kecil yang Mengendalikan Pasar Energi Dunia Selat Hormuz adalah salah satu jalur energi paling vital di dunia. Lebih dari 20% aliran minyak dan LNG global melewati jalur ini. Ketika jalur ini terganggu, efeknya langsung terasa ke harga minyak, LNG, ongkos pengiriman, asuransi kapal, hingga inflasi global. Konflik AS–Iran y...