Banyak saham besar di IHSG yang dikuasai grup konglo punya free float kecil, sehingga berisiko besar mengalami penurunan faktor free float dan otomatis penurunan bobot di indeks MSCI. Batas penyampaian feedback dan keputusan final MSCI terkait metodologi free float Indonesia: sekitar 30 Januari 2026 Jika disetujui, seluruh perubahan (baik definisi free float maupun peningkatan presisi Free Float Adjustment Factor/FIF) akan diimplementasikan serentak pada Index Review Mei 2026, sehingga potensi rebalancing dan outflow besar kemungkinan terjadi menjelang dan tepat di tanggal efektif tersebut. Pasar sedang “front‑run” risiko forced selling dari fund pasif, jika nanti bobot MSCI turun, ETF dan index fund yang tracking MSCI harus jual, sehingga banyak pelaku memilih ambil posisi duluan dengan menjual saham-saham yang paling low free float. Potensi outflow dampak perubahan metodologi MSCI kisaran US$2 miliar
GOLD HIT $5,000/oz Meroketnya harga emas, perak, komoditas, saham energi, dan reli Emerging Markets adalah sinyal perubahan rezim pasar global. Arus dana keluar dari aset finansial berbasis fiat menuju hard assets dan pasar yang valuasinya masih murah. Pelemahan USD adalah trigger utama. Penyebab USD melemah adalah Defisit fiskal AS membengkak, Utang naik, kepercayaan fiat money menurun, Investor global mulai diversifikasi dari USD, Central bank buying (emas), De-dollarization, Ketidakpastian geopolitik & fiskal Emas & perak bukan lagi hedge, tapi store of value utama. Reminder : Data dari Bank of America (BofA) saat bull market rata2 kenaikan gold 300%. Target gold >6k “Emas adalah cermin kejujuran terhadap sistem moneter yang penuh distorsi.”