Banyak bisnis gagal bukan karena produknya buruk, tetapi karena salah memahami uang, risiko, dan siklus ekonomi . Memahami dasar keuangan dan ekonomi bukan hanya untuk investor. ini fondasi wajib bagi pebisnis modern . Kami merangkum konsep inti yang perlu Anda kuasai agar bisa Mengambil keputusan bisnis lebih rasional, Menilai investasi dengan benar, Bertahan di berbagai kondisi ekonomi. Konsep Dasar Keuangan Time Value of Money (Nilai Waktu Uang) Uang hari ini lebih berharga daripada uang di masa depan. Alasannya bisa diinvestasikan dan menghasilkan bunga, Inflasi menggerus daya beli, Rp100 juta hari ini tidak sama dengan Rp100 juta 5 tahun lagi. Return on Investment (ROI) ROI mengukur efisiensi investasi (Nilai Sekarang – Biaya) / Biaya ROI membantu membandingkan peluang bisnis, namun tidak memperhitungkan faktor waktu , sehingga harus dikombinasikan dengan analisis lain. Compound Interest (Bunga Berbunga) Bunga berbunga adalah kekuatan terbesar dalam keuangan ...
Banyak trader ritel percaya bahwa harga saham bergerak murni karena fundamental perusahaan laba naik harga naik, laba turun harga turun. Kenyataannya, pasar jangka pendek jauh lebih sering digerakkan oleh desain institusi besar, bukan oleh kejujuran fundamental. Kali ini kami akan membuka sisi gelap pasar harga bukan hanya cerminan nilai, tetapi juga alat manipulasi likuiditas. Psikologi Massa sebagai Senjata Utama Institusi besar memahami satu hal yang sering diremehkan trader ritel pasar digerakkan oleh emosi, bukan logika. Dua emosi utama yang dieksploitasi Greed (keserakahan) FOMO, takut ketinggalan & Fear (ketakutan) panic selling, cut loss massal. Institusi tidak langsung menggerakkan harga besar. Mereka memancing emosi terlebih dahulu, lalu memanfaatkan reaksi massa. Trader ritel bukan target karena bodoh, tetapi karena emosional dan reaktif. “Menciptakan Kebenaran” Lewat Narasi & Media “You cannot be honest.” Artinya narasi sering d...