Ketegangan mereda setelah trump mengatakan menunda serangan ke infrastruktur energi Iran. negosiasi awal US–Iran disebut “produktif”. Harga oil mulai turun setelah trump mulai menenangkan pasar. Tapi kunci utamanya tetap di selat hormuz. Selama gangguan supply belum teratasi harga oil masih sulit kembali di bawah $80. Jika perang terus eskalasi, oil bisa meledak. Inflasi naik, yield ikut naik, dan biaya bunga utang makin membengkak, Defisit makin melebar, tekanan ke sistem makin membesar. Setiap kenaikan bond yield adalah bom waktu bagi fiskal AS. Trump sepertinya mulai ketakutan or kemungkinan akan menyerah saat yield UST terus naik. seperti ulasan sebelumnya utang AS sudah meroket ke level $39 triliun. Jika yield UST terus naik tidak menguntungkan buat AS karena beban bunga utang AS semakin besar, Refinancing utang jadi makin berat, Ruang fiskal makin sempit. Perang bisa ditunda. B ond market tidak bisa dinegosiasi. Makanya setiap yield UST 10Y naik mendekati...
OVERWEIGHT KOMODITAS Kita masuk fase inflasi + geopolitik + supply shock. kondisi ideal untuk commodities outperform. REMINDER Data dari Bank of America (BofA) menunjukkan bahwa selama periode stagflasi 1970-an (1970–1979). Saat inflasi melonjak dan pertumbuhan ekonomi melemah, emas dan komoditas menjadi aset dengan performa terbaik. Emas dan komoditas masing-masing mencatat return sekitar 30,7% dan 24,1% per tahun. Periode tahun 70an terkenal karena inflasi sangat tinggi, pertumbuhan ekonomi lemah, dan shock harga minyak setelah krisis energi OPEC. Situasi global saat ini memiliki beberapa kemiripan dengan tahun 1970-an seperti Konflik geopolitik (Timur Tengah), Risiko oil shock, Inflasi energi, Ketidakpastian ekonomi global. Jika skenario stagflasi benar terjadi, maka sejarah menunjukkan komoditas dan emas cenderung outperform pasar saham.