233 dari 956 emiten saat ini di bawah 15% free float. Mewakili ±26% market cap IHSG. Kedepannya akan ada gelombang corporate action. Ada 3 jalan yang akan dipilih emiten : Secondary selldown / block placement, Rights issue / primary issuance, Privatisasi / voluntary delisting. Dari ketiga corporate action di atas yang paling menarik adalah Privatisasi = Value Unlocking. Tender offer berpotensi di harga premium.
Tiga Jalan yang Tersedia — Konsekuensi Berbeda
1) Secondary Selldown / Block Placement
Apa yang terjadi: Pemegang saham pengendali melepas saham ke publik.
Dampak pasar: Supply shock jangka pendek → tekanan harga.
Risiko: Overhang berbulan-bulan; sentimen melemah.
Kesimpulan: Solusi cepat untuk patuh regulasi, kurang ramah harga.
2) Rights Issue / Primary Issuance
Apa yang terjadi: Terbit saham baru.
Dampak pasar: Dilusi EPS & ROE jika ekspansi tak cepat terealisasi.
Risiko: Rights sering jadi “exit liquidity” terselubung.
Kesimpulan: Baik jika capex produktif; netral–negatif bila hanya compliance.
3) Privatisasi / Voluntary Delisting
Apa yang terjadi: Emiten keluar dari bursa via tender offer.
Dampak pasar: Value unlocking melalui harga premium.
Logika ekonomi:
Free float kecil → likuiditas rendah → valuasi terdiskon.
Delisting menghapus “public market discount”.
Kesimpulan: Paling menarik bagi investor publik.