Energy shock akan mendorong inflasi AS naik. OECD sudah memperingatkan inflasi AS bisa tembus 4.2%. Di satu sisi, inflasi naik akan memaksa The Fed tetap naikan suku bunga. Tapi di sisi lain realita fiskal AS tidak mendukung suku bunga tinggi terlalu lama. Dengan utang lebih dari $39 triliun, setiap kenaikan yield berarti biaya bunga utang AS makin membengkak. Jika The Fed gagal menjinakan inflasi uang akan bergentayangan cari tempat buat hedging. Komoditas dan gold salah satu tempat hedging terbaik dari inflasi. Asset class yang jadi pemenang saat inflasi meroket adalah komoditas
Index ini mengukur seberapa besar “tekanan ekonomi + politik” yang dirasakan pemerintah AS. Chart untuk memahami perilaku Trump terhadap market. Dalam 15 bulan terakhir, setiap kali index ini melonjak yang dilakukan trump antara lain tarif ditunda (April 2025), Shutdown dihentikan (September 2025), Konflik geopolitik diredam (Desember 2025), Ancaman terhadap Iran mulai dilunakkan (2026). Kondisi sekarang sangat tidak nyaman untuk pemerintah trump. Kondisi saat ini sangat tidak nyaman untuk trump. Prediksi Rikopedia trump akan melunak or menyerah saat pasar saham crash dan bond yield naik. Trump sangat sensitif terhadap market stress (terutama bond yield + saham). Selama harga oil masih di atas $80 MEDC diuntungkan. Siapa yang mengontrol selat Hormuz, mengontrol aliran energi dunia. Klaim kemenangan donald trump hanya semu selama selat hormuz belum bisa dibuka. Harga oil sulit turun di bawah $80 selama selat hormuz tidak dibuka sama iran.