Target free float dinaikkan bertahap dari saat ini 7,5% → 10–15% Indonesia sedang berpindah dari retail-driven, low-float market menuju institutionally investable market. Dengan aturan baru ini estimasi tingkatkan likuditas pasar, kepemilikan institusi akan naik, Kurangi price manipulation, Saham large cap bakal diuntungkan, Daya tarik ke investor global meningkat, Standar free float lebih selaras dengan praktik global (MSCI, FTSE), Potensi kenaikan bobot indeks Retail sekarang menguasai >50% kepemilikan saham di BEI, bahkan lebih besar dari gabungan institusi. Dengan aturan baru ini kepemilikan institusi estimasi akan naik & mengurangi price manipulation Bobot Indonesia di MSCI EM <1,3%. Turun jauh dari puncak 2,2% (2022). Likuiditas tidak cukup “institutionally scalable”. Indonesia akan selalu jadi “adjustment bucket” bagi fund global. Inilah alasan fundamental kenapa reformasi free float jadi krusial. Reformasi free float adalah jembatan agar Bull market retail berub...
2026: Akankah IHSG Kembali ke Fundamental, atau Terjebak Narasi? IHSG terus meroket didorong “conglo stocks”, bukan fundamental broad-based. Pasar menjadi sentiment & liquidity-driven, bukan earnings-driven membuat pasar rentan koreksi jika narasi melemah. Kepemilikan institusi (asing & domestik) di saham Indonesia berada di level terendah. Kepemilikan Institusi asing turun ke level setara krisis GFC 2008. *Retail sekarang menguasai >50% kepemilikan saham, bahkan lebih besar dari gabungan institusi. Tahun 2026 akan menjadi penentuan apakah pasar Indonesia kembali ke fundamental & earnings-driven atau tetap menjadi pasar berbasis narasi & retail liquidity?