Langsung ke konten utama

Dampak Perang Dagang AS-Tiongkok pada Indonesia: Perspektif 2025

Donald Trump, Presiden terpilih AS, telah menunjuk lima sekretaris kabinet yang dikenal bersikap keras terhadap Tiongkok. Nama-nama seperti Marco Rubio, John Ratcliffe, hingga Mike Waltz menggambarkan kabinet yang menekankan keamanan, hak asasi manusia, dan kebijakan proteksionis. Hal ini memicu spekulasi tentang kemungkinan eskalasi perang dagang baru antara AS dan Tiongkok.

Dampak Perang Dagang AS-Tiongkok pada Indonesia: Perspektif 2025

Tiongkok Diperkirakan Tidak Akan Mengalah

Perang dagang AS-Tiongkok yang dimulai pada 2017 menyebabkan tarif besar-besaran senilai $370 miliar pada impor dari Tiongkok. Sebagai respons, Tiongkok memberlakukan tarif pada $120 miliar barang-barang AS. Tidak hanya itu, mata uang yuan (CNY) didevaluasi hingga 11% terhadap dolar AS selama 2018-2020.

Menghadapi tekanan AS, Tiongkok diperkirakan akan mengulang strategi devaluasi mata uang untuk mempertahankan daya saing ekspor. Dengan cadangan pasar yang lebih beragam, ketergantungan Tiongkok terhadap AS telah menurun dibandingkan 2018, sehingga memperkuat posisi mereka.

Implikasi pada Indonesia

Indonesia ikut terdampak oleh dinamika ini. Rupiah mengalami depresiasi 10-11% selama periode perang dagang sebelumnya. Jika Tiongkok kembali mendevaluasi CNY, hal ini dapat melemahkan nilai tukar mata uang negara-negara lain di Asia, termasuk rupiah.

Depresiasi rupiah dapat menambah tekanan pada perekonomian Indonesia, terutama karena ketergantungan pada impor bahan baku dan energi. Bank Indonesia akan menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas moneter, sementara eksportir Indonesia akan mendapatkan keuntungan kompetitif yang relatif terbatas dibandingkan Tiongkok.

Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman registrasi Membership Rikopedia. Komunitas edukasi untuk memahami pasar saham secara lebih terstruktur, rasional dan berbasis data. Dipandu langsung via whatsapp oleh Rikopedia praktisi pasar modal dengan pengalaman trading dan investasi sejak tahun 2008 Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership sebagai berikut : Market outlook &  pembahasan studi kasus saham dari sisi teknikal, fundamental dan makro ekonomi. Data paling update & info berkualitas tentang pasar saham. Edukasi mengenai risk management, Money management, Trading psychology dan intermarket analysis. Member bisa tanya jawab langsung dengan Rikopedia lewat whatsapp. Biaya membership Rp. 500,000/ Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Membership akan terhitung dari ...

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bul...