Ray dallio kembali mengingatkan dunia: post-1945 world order is over.
Dalam pernyataannya setelah Munich Security Conference 2026, sejumlah pemimpin Eropa dan Amerika secara terbuka mengakui bahwa tatanan dunia lama telah runtuh. Dalio menyebut kita telah memasuki Stage 6 dalam “Big Cycle” — fase kekacauan global ketika kekuatan lebih menentukan daripada aturan.
Bagi investor dan pelaku pasar, ini bukan sekadar isu geopolitik.
Ini adalah pergeseran struktur global yang berdampak langsung pada arus modal, mata uang, komoditas, dan pasar saham.
Apa Itu Stage 6 dalam Big Cycle?
Dalam buku Principles for Dealing with the Changing World Order, Dalio menjelaskan siklus panjang naik-turunnya kekuatan global. Siklus ini terdiri dari fase:
1. Kebangkitan & kemakmuran
2. Puncak kekuatan
3. Utang meningkat
4. Konflik internal membesar
5. Rival eksternal mengejar
6. Disorder & great power conflict
Stage 6 adalah fase ketika tidak ada lagi aturan global yang disepakati, Institusi internasional melemah, Negara kuat bertindak berdasarkan kepentingan sendiri. Konflik ekonomi → finansial → geopolitik → militer meningkat
Dalio menyebut: Hubungan antar negara lebih mengikuti “law of the jungle” daripada hukum internasional.
5 Bentuk “Perang” di Era Baru
Dalio mengklasifikasikan konflik antar negara menjadi lima kategori:
1. Trade War – Tarif, pembatasan ekspor/impor
2. Technology War – Kontrol chip, AI, semiconductor
3. Capital War – Sanksi, pembekuan aset, blokir akses.
4. Geopolitical War – Perebutan wilayah & aliansi
5. Military War – Konflik bersenjata terbuka
Kita sudah melihat empat yang pertama aktif antara AS dan China.
Studi Kasus: Pelajaran dari Perang Dunia II
Jerman Era 1930-an
Depresi global 1929 memicu pengangguran 25%, Polarisasi politik ekstrem, Naiknya populisme & nasionalisme. Hitler menggunakan stimulus fiskal besar, monetisasi utang, dan ekspansi militer untuk membangun kembali ekonomi. Hasilnya? Pengangguran nol pada 1938, Ekuitas Jerman naik ~70% sebelum perang meletus
Pelajaran penting:
Stimulus berbasis utang dapat memulihkan ekonomi — tetapi jika dibarengi nasionalisme ekstrem dan ekspansi militer, risikonya adalah konflik global.
Jepang & Embargo Energi
Jepang mengalami krisis ekspor dan kekurangan sumber daya.
AS merespons dengan: Pembekuan aset, Embargo minyak, Blokade perdagangan. Ketika akses energi terancam, Jepang memilih menyerang Pearl Harbor.
Pelajaran:
Sanksi ekonomi sering kali menjadi pemicu eskalasi militer.
Pararel dengan Kondisi Saat Ini
Bandingkan dengan 2020–2026:
• Trade war AS–China
• Chip war & AI restriction
• Sanction & asset freeze Rusia
• De-dollarization narrative
• Ketegangan Taiwan
Konflik belum menjadi perang terbuka, tetapi empat jenis perang non-militer sudah berlangsung.
Prinsip Penting dalam Era Disorder
Dalio menutup dengan prinsip: Have power, Respect power,Use power wisely
Dalam konteks negara:
- Power = kekuatan ekonomi + militer + finansial
- Negara yang bisa membiayai “guns & butter” bertahan lebih lama
- Negara yang defisit struktural tanpa produktivitas akan melemah
Dalam konteks investor:
- Hormati realitas geopolitik
- Jangan hanya fokus pada valuasi
- Pahami struktur kekuasaan global
Dunia Tidak Kembali ke 2010
Kita tidak lagi hidup dalam:
- Era globalisasi tanpa hambatan
- Free trade tanpa batas
- Dominasi tunggal satu kekuatan
Kita masuk ke era:
- Blok ekonomi
- Rivalitas besar
- Fragmentasi sistem global
Bagi investor, ini bukan waktu untuk panik. Ini waktu untuk adaptasi struktural. Karena dalam setiap pergeseran tatanan dunia:
- Ada yang runtuh
- Ada yang bangkit
- Dan selalu ada peluang bagi yang memahami siklusnya.

