Langsung ke konten utama

Lebih Untung Investasi Property atau Saham? Ini Penjelasannya

Lebih Untung Investasi Property atau Saham? Ini Penjelasannya

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh investor pemula adalah lebih untung mana saham atau property. Kedua instrumen investasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta risiko dan potensi yang berbeda. Untuk menentukan mana yang lebih menguntungkan, kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti modal, jangka waktu, likuiditas, biaya, pajak, dan return.

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan sebagian dari suatu perusahaan. Dengan memiliki saham, kita berhak mendapatkan bagian dari laba perusahaan (dividen) dan kenaikan harga saham (capital gain). Saham memiliki kelebihan sebagai berikut:

- Modal yang dibutuhkan relatif kecil. Kita bisa membeli saham dengan harga mulai dari ratusan rupiah per lembar.

- Jangka waktu investasi bisa fleksibel. Kita bisa membeli dan menjual saham kapan saja sesuai dengan kondisi pasar.

- Likuiditas tinggi. Saham mudah dijual dan dibeli di pasar modal dengan proses yang cepat dan mudah.

- Biaya transaksi rendah. Kita hanya perlu membayar komisi broker dan pajak transaksi saham (PPh final) sebesar 0,1% dari nilai transaksi.

- Return tinggi. Saham memiliki potensi untuk memberikan return yang tinggi dalam jangka pendek maupun panjang, tergantung dari kinerja perusahaan dan kondisi makroekonomi.

Namun, saham juga memiliki kekurangan, yaitu:

- Risiko tinggi. Saham sangat dipengaruhi oleh fluktuasi pasar dan sentimen investor. Harga saham bisa naik dan turun secara drastis dalam waktu singkat. Kita bisa mengalami kerugian besar jika tidak memahami analisis fundamental dan teknikal saham.

- Tidak ada penghasilan tetap. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak pasti dan tergantung dari kebijakan manajemen. Kita tidak bisa mengandalkan dividen sebagai sumber penghasilan tetap dari investasi saham.

- Membutuhkan pengetahuan dan pengalaman. Untuk berhasil berinvestasi di saham, kita perlu mempelajari laporan keuangan perusahaan, indikator makroekonomi, tren pasar, grafik harga, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi saham. Kita juga perlu mengikuti perkembangan berita dan informasi terkini tentang pasar modal.

PROPERTY

Property adalah aset nyata yang berupa tanah, bangunan, atau keduanya. Dengan memiliki property, kita berhak mendapatkan penghasilan dari sewa atau jual beli property (capital gain). Property memiliki kelebihan sebagai berikut:

- Nilai yang cenderung meningkat. Property memiliki nilai intrinsik yang tinggi dan terbatas. Permintaan akan property selalu ada seiring dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Property juga tahan terhadap inflasi dan krisis.

- Penghasilan tetap dari sewa. Property bisa disewakan kepada penyewa yang membayar uang sewa secara berkala. Uang sewa bisa menjadi sumber penghasilan tetap dari investasi property.

- Leverage finansial. Property bisa digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lain. Pinjaman ini bisa digunakan untuk membeli property lain atau untuk keperluan lain.

- Kebebasan mengelola. Property memberikan kebebasan kepada pemiliknya untuk mengelola asetnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Pemilik bisa merenovasi, memperluas, atau menjual property tanpa harus tergantung pada pihak lain.

Namun, property juga memiliki kekurangan, yaitu:

- Modal yang dibutuhkan besar. Property memiliki harga yang relatif tinggi dibandingkan dengan saham. Kita perlu menyediakan uang muka (down payment) sebesar 20-30% dari harga property untuk mendapatkan kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank.

- Jangka waktu investasi panjang. Property bukanlah investasi yang likuid. Kita tidak bisa menjual atau membeli property dengan cepat dan mudah seperti saham. Kita perlu menunggu waktu yang tepat untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan nilai property.

- Biaya transaksi tinggi. Kita perlu membayar biaya-biaya seperti biaya notaris, biaya balik nama, biaya perawatan, biaya administrasi, pajak bumi dan bangunan (PBB), dan pajak penghasilan (PPh) atas capital gain dari property.

- Risiko tinggi. Property juga memiliki risiko yang tinggi, seperti bencana alam, pencurian, kerusakan, sengketa hukum, perubahan regulasi, atau penurunan permintaan. Kita perlu memastikan bahwa property yang kita miliki memiliki sertifikat hak milik yang sah dan bebas dari masalah hukum.

Dari uraian di atas, kita bisa melihat bahwa saham dan property memiliki karakteristik yang berbeda. Tidak ada jawaban pasti tentang mana yang lebih untung, karena tergantung dari preferensi, tujuan, dan kemampuan masing-masing investor. Kita perlu menyesuaikan pilihan investasi kita dengan profil risiko, modal, jangka waktu, dan return yang diharapkan. Kita juga perlu melakukan diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko dan meningkatkan peluang keuntungan.

Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman Registrasi membership Rikopedia Research. Dengan join membership anda akan mendapatkan update saham pilihan Rikopedia. Bimbingan melihat peluang di pasar saham dari sudut pandang trader dan investor.   Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership detailnya sebagai berikut : Member akan mendapatkan update saham yang masuk dan keluar portofolio Rikopedia. Informasi beli dan jual secara spesifik. Analisa saham secara teknikal, fundamental & analisa makro. Update news, Sentimen, Trading plan, Money dan risk management. Member bisa tanya jawab langsung melalui whatsapp. Sharing strategy trading dan investasi saham berdasarkan pengalaman Rikopedia sejak tahun 2008 Biaya join membership Rp.500,000/Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Members

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bulan Maret minus 5 juta PTBA profit 123 juta BBTN profit 65 juta                                                         Porto