Langsung ke konten utama

Normally This Would Be the Time to Sell… But Not This Time


Geopolitik, Likuiditas, dan Rotasi Besar Pasar Global 2026

Awal 2026 dibuka dengan kombinasi yang jarang terjadi:
geopolitik memanas, sinyal sell muncul, tapi pasar belum runtuh.

Michael Hartnett (BofA) menyebut kondisi ini sebagai fase anomali:

“Normally this would be the time to sell… but not this time.”

Kenapa? Karena pasar saat ini bukan sedang menuju crash, melainkan berpindah rezim.


1. “Race for the Arctic”: Ketika Geopolitik Menjadi Tradeable Theme


Normally This Would Be the Time to Sell… But Not This Time


Lonjakan harga saham Bank of Greenland hingga +33% hanya dalam 4 hari adalah sinyal penting.
Bukan karena fundamental bank tiba-tiba membaik, melainkan karena pasar sedang mem-price-in geopolitik sebagai aset.

Apa yang terjadi?

  • Investor global mulai mengejar proxy geopolitik

  • Greenland dipersepsikan sebagai:

    • Gerbang Arctic

    • Simpul geopolitik AS–Rusia–China

    • Area strategis energi & mineral

Pelajaran penting:
Pasar tidak menunggu kepastian.
Pasar men-trade probabilitas.

Dan ketika tema geopolitik muncul, aset dengan:

  • likuiditas kecil,

  • eksposur simbolik,

  • dan cerita strategis,

akan bergerak tidak proporsional.


2. Arctic, Venezuela, dan Perlombaan Energi Global

Narasi Hartnett menekankan satu hal:

Dunia sedang masuk fase global resource scramble.

Beberapa fakta kunci:

  • Arctic menyimpan ±13% minyak dunia & ±30% gas alam yang belum ditemukan

  • Venezuela memiliki ±17% cadangan minyak global

  • Dunia pasca-2020 tidak lagi soal efisiensi, tapi keamanan pasokan

Inilah mengapa:

  • energy

  • materials

  • industrial metals

kembali menjadi pusat perhatian, setelah satu dekade dikalahkan teknologi.


3. Jika Bukan Akuisisi Damai, Maka Konflik Jadi Risiko Nyata


Normally This Would Be the Time to Sell… But Not This Time


Pernyataan Hartnett bahwa “jika peaceful LBO kecil kemungkinan, perang menjadi risiko” bukan prediksi literal — melainkan cara pasar membaca eskalasi geopolitik.

Sejarah menunjukkan:

  • 3 bulan pasca perang → oil, gold, stocks cenderung positif

  • 6 bulan pasca perang → gold & copper outperform

Artinya:

  • Fase awal → hedge terhadap shock

  • Fase lanjut → rebuild & reflation

Pasar tidak takut perang, pasar takut ketidakpastian kebijakan.


4. Sinyal Sell Muncul… Tapi Ini Bukan Awal Bear Market

Indikator Bull & Bear BofA sudah masuk zona SELL.

Secara historis:

  • Ini biasanya diikuti koreksi jangka pendek

  • Expected return 1–3 bulan menurun

Namun Hartnett menegaskan:

Ini bukan sinyal “keluar dari pasar”,
tapi sinyal rotasi internal.

Yang terjadi bukan:
❌ risk-off total
Melainkan:
✅ risk berpindah tempat


5. Politik AS: Approval Turun, Likuiditas Naik

Approval rating Trump yang rendah justru menciptakan insentif politik untuk:

  • Menekan inflasi

  • Menurunkan biaya hidup

  • Mendorong kebijakan pro-pertumbuhan

Implikasinya:

  • Tekanan pada Fed untuk lebih dovish

  • Kebijakan fiskal & moneter condong ke reflasi

  • Risiko debasement mata uang meningkat

Dalam konteks ini:
aset riil > aset finansial murni.


6. Arus Dana Awal 2026: Petunjuk Besar Arah Pasar

Normally This Would Be the Time to Sell… But Not This Time

Beberapa data krusial:

  • Money Market Funds: inflow terbesar ke-3 sepanjang sejarah

  • Tech: 3 minggu berturut-turut outflow (pertama sejak Feb 2025)

  • EM Debt: outflow terbesar sejak 2022

  • Materials: inflow terbesar 13 minggu

  • LatAm stocks: inflow terbesar sejak 2020

Ini menggambarkan:

  • Investor tidak panik

  • Tapi mengurangi durasi risiko

  • dan menggeser eksposur ke aset riil


7. Private Wealth: Di Mana Uang Besar Sebenarnya Berada?

Portofolio HNW BofA:

  • 64% saham

  • 17% bonds

  • 11% cash

  • Gold hanya 0.6%

  • International stocks hanya 4%

Ironisnya:

  • Semua orang bicara diversifikasi

  • Tapi uang besar masih sangat US-centric & growth-heavy

Ini membuka potensi:
➡️ mean reversion
➡️ rotasi global
➡️ repricing aset non-US & real assets


8. Risiko Terbesar yang Harus Diwaspadai

Narasi ini bukan tanpa risiko:

  1. Proxy trade bisa pecah

    • Saham berbasis cerita geopolitik bisa turun secepat naiknya

  2. Yield shock

    • Kenaikan UST yield bisa menghantam semua risk asset

  3. Oil tidak selalu naik

    • Jika supply global membaik, energi bisa underperform

  4. Sell signal tetap sell signal

    • Koreksi tetap mungkin, hanya bentuknya berbeda


9. Kesimpulan Besar: Ini Bukan Waktu untuk Keluar, Tapi Waktu untuk Berpindah

Pasar 2026 bukan pasar:

  • buy & forget

  • atau all-in teknologi

Ini pasar:

  • rotasi

  • diversifikasi

  • hedging terhadap geopolitik & kebijakan

Tema besar dekade ini:

Dari US exceptionalism
menuju global expansionism

Dan dalam fase ini:

  • breadth lebih penting dari indeks

  • real assets lebih penting dari narasi

  • positioning lebih penting dari opini

Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman registrasi membership Rikopedia. Dengan join membership anda akan mendapatkan bimbingan trading saham dan update informasi yang berkualitas via group WhatsApp.  Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership detailnya sebagai berikut : Update info saham yang masuk dan keluar portofolio Rikopedia .  Update info saham secara teknikal, fundamental & analisa makro ekonomi. Update news, Sentimen, Trading plan, Money & risk management. Sharing strategy trading saham berdasarkan pengalaman Rikopedia sejak tahun 2008. Member bisa tanya langsung dengan Rikopedia lewat whatsapp. Masuk group WhatsApp premium. Biaya membership Rp. 500,000/ Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Membership akan terhitung dari mulai tanggal konfirmasi p...

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bul...