Grafik berikut menunjukkan pola berulang dalam sejarah pasar AS setiap kali bobot 10 saham terbesar mencapai level ekstrem, fase tersebut sering mendekati puncak siklus.
Saat ini konsentrasi S&P 500 berada di level tertinggi, sehingga kinerja indeks sangat bergantung pada segelintir mega-cap. Terlihat kuat di permukaan, tetapi breadth pasar menyempit.
Padahal bull market yang sehat biasanya ditopang partisipasi luas sektor siklikal, small–mid caps, value, dan growth bergerak bersama.
Setiap kali indikator ini melonjak ekstrem, itu terjadi berdekatan dengan fase puncak besar pasar Great Depression (1930-an), Dominasi AT&T / GM / IBM, Nifty Fifty (1970-an), Dot-com bubble (2000), GFC (2008), Covid era (2020), Dan sekarang level tertinggi dalam sejarah modern
Pertanyaannya berikutnya kemana arus modal berikutnya mengalir jika pasar saham AS crash?
Biasanya, saat positioning sudah terlalu terkonsentrasi, sedikit perubahan sentimen saja bisa memicu perpindahan besar. Aset yang selama ini diabaikan seperti emerging markets, Metal mining, sektor energy, komoditas bakal menerima rotasi dana global
Kondisinya mirip pasar saham indonesia, Penggerak market terkonsentrasi di saham konglo. Sedikit sentimen jelek saja bikin pasar langsung crash
