Selama dua tahun terakhir, dunia investasi dipimpin oleh satu narasi besar: AI supercycle. Magnificent 7 naik tanpa henti. Capex hyperscalers meledak. Valuasi teknologi kembali ke zona euforia.
Namun sejarah mengajarkan satu hal, Setiap kepemimpinan sekular suatu aset pada akhirnya akan berputar.
Crypto sudah memberi sinyal lebih dulu. Bitcoin turun 50% dari puncaknya akibat likuidasi leverage besar-besaran. Risk appetite mulai retak.
Satu katalis saja bisa memicu rotasi besar & katalis itu kemungkinan adalah Pemotongan capex AI oleh hyperscaler.
Jika perusahaan teknologi besar mulai mengurangi belanja AI karena biaya modal naik atau permintaan melambat, maka narasi “AI tanpa batas” bisa runtuh dalam sekejap.
Utang nasional AS terus melonjak. Pemerintah perlu menerbitkan lebih banyak obligasi. Yield jangka panjang sulit turun tanpa intervensi. Jika cost of capital naik, capex AI bisa dikurangi. Jika capex dipotong, valuasi growth harus dikoreksi. Di sinilah rotasi dimulai.
Setiap zaman ada “aset juaranya”.
Tahun 1970-an → Emas & komoditas
Tahun 1980→ Obligasi
Tahun 1990 → Saham AS
Tahun 2009→ US growth / Big Tech
Tahun 2020–2025 → Magnificent 7 & AI
Sekarang kita mungkin ada di ujung dominasi AI & US mega cap.
Jika kedepan ada ROTASI BESAR yang akan diuntungkan antara lain : Small cap, Emerging Markets, China, Gold / real assets, komoditas
Sumber data : Bank of America (BofA)




