Langsung ke konten utama

3 Masalah Ekonomi Yang Sedang Dihadapi China dan Pengaruhnya ke Ekonomi Global

 

3 Masalah Ekonomi Yang Sedang Dihadapi China

Di China, ada beberapa masalah ekonomi yang bisa berdampak buruk, dan kita bisa menggambarkannya dengan 3 kata yang dimulai dengan huruf D: Debt, Demografi, dan Deflasi.

1. Utang : China memiliki banyak utang, seperti pinjaman yang harus mereka bayar. Jika utang ini semakin besar, bisa menyebabkan masalah. Bayangkan jika kamu punya banyak utang dan harus membayar bunga yang tinggi setiap bulan, kamu mungkin akan merasa kesulitan, kan? Nah, begitu juga dengan China. Jika masalah utang ini semakin besar, bisa menyebabkan masalah ekonomi.

2. Demografi : Demografi itu tentang jumlah penduduk dan bagaimana penduduknya terbagi dalam berbagai kelompok usia. Di China, jumlah orang yang lebih tua semakin banyak dibandingkan dengan orang yang lebih muda. Ini bisa menjadi masalah karena orang yang lebih tua biasanya bekerja lebih sedikit, dan pemerintah harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jika pemerintah menghabiskan banyak uang untuk itu, maka uang yang bisa digunakan untuk membuat perekonomian tumbuh bisa berkurang.

3. Deflasi: Deflasi itu artinya harga-harga barang dan jasa cenderung turun daripada naik. Ini mungkin terdengar baik, tapi jika terjadi terus-menerus, bisa menyebabkan masalah. Bayangkan, jika kamu tahu harga barang akan turun besok, kamu mungkin akan menunda pembelianmu, kan? Nah, begitu juga dengan orang lain. Jika semua orang menunda pembelian, perusahaan tidak akan mendapatkan banyak uang, dan mereka mungkin harus memotong gaji karyawan atau bahkan memberhentikannya. Akibatnya, perekonomian bisa jadi lesu.

Jadi, jika China mengalami masalah ini secara bersamaan, seperti terlalu banyak utang, populasi yang lebih tua, dan harga-harga yang turun, maka mereka bisa terjebak dalam situasi yang sulit disebut "loop utang-deflasi". Akibatnya, hal ini bisa memengaruhi ekonomi dunia. Jika China mengurangi belanja dan investasi, itu bisa mengurangi permintaan untuk barang-barang yang diekspor oleh negara lain, seperti Asia dan Eropa. Juga, jika China menjual barang-barang mereka dengan harga yang lebih murah karena nilai mata uangnya menurun, hal ini bisa menyebabkan harga-harga di seluruh dunia turun.

Dari pengalaman negara-negara lain yang menghadapi masalah serupa di masa lalu, ada beberapa hal penting yang bisa kita pelajari:

1. Pertumbuhan Ekonomi: Untuk mengatasi masalah utang, pertumbuhan ekonomi harus lebih tinggi daripada tingkat bunga yang harus dibayar atas utang tersebut. Jadi, ekonomi harus tumbuh lebih cepat daripada utang yang bertambah. 

2. Kebijakan Moneter dan Fiskal: Kebijakan pemerintah harus mendukung pertumbuhan ekonomi. Artinya, pemerintah harus menggunakan kebijakan seperti mengurangi suku bunga atau meningkatkan belanja pemerintah untuk membantu ekonomi tumbuh lebih cepat. 

3. Menjaga stabilitas: Pemerintah harus berhati-hati dengan kebijakan yang diambil. Mereka harus menjaga keseimbangan antara membantu ekonomi tumbuh dan menghindari masalah baru, seperti terbentuknya gelembung ekonomi atau inflasi yang tinggi.

Jadi, intinya adalah China harus bekerja keras untuk mengatasi masalah utang, demografi, dan deflasi agar tidak terjebak dalam situasi yang bisa berdampak buruk pada ekonomi mereka dan juga ekonomi dunia.


Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman registrasi membership Rikopedia. Dengan join membership anda akan mendapatkan update saham pilihan yang masuk dan keluar portofolio Rikopedia.  Bimbingan trading saham dipandu langsung lewat group whatsApp.   Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership detailnya sebagai berikut : Update saham yang masuk dan keluar portofolio Rikopedia.  Analisa saham secara teknikal, fundamental & analisa makro. Update news, Sentimen, Trading plan, Money dan risk management. Sharing strategy & ilmu trading saham dari pengalaman Rikopedia sejak tahun 2008. Semua dipandu dengan detail lewat group whatsapp. Biaya join membership Rp.500,000/Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Membership akan terhitung dari mulai tanggal konfirmasi pembayaran diterima

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bulan Maret minus 5 juta PTBA profit 123 juta BBTN profit 65 juta                                                         Porto