Langsung ke konten utama

Sebuah Era Baru Persaingan E-commerce Apakah Akan Berdampak Ke GOTO?

Sebuah Era Baru Persaingan E-commerce Sedang Terbentuk?

Sebuah Era Baru Persaingan E-commerce Apakah Akan Berdampak Ke GOTO?
Pinduoduo sedang melakukan survei terhadap lanskap e-commerce regional dengan tujuan untuk membangun platform lintas batas di wilayah Asia Tenggara, seperti yang dilaporkan oleh Tech in Asia.

Jika Pinduoduo masuk ke Indonesia, hal itu kemungkinan akan semakin memperkuat persaingan dalam e-commerce, terutama di tengah langkah-langkah agresif belakangan ini oleh TikTok Shop dan Lazada.

Siapakah Temu?

Situs web teknologi Tech in Asia telah melaporkan bahwa Temu, platform e-commerce dari Pinduoduo (kode saham PDD di bursa Amerika, TP: US$147/saham, CP: US$85.9/saham) — yang hadir di 27 negara — tengah mempertimbangkan Asia Tenggara sebagai pasar baru setelah melakukan survei dengan para penjual di wilayah tersebut. Jika Temu memutuskan untuk berinvestasi di wilayah tersebut, kami berpendapat bahwa persaingan e-commerce akan semakin intens, mengingat kesuksesan Temu dalam mendapatkan daya tarik di antara pengguna di pasar-pasar tempatnya beroperasi, seperti tercermin dalam gross merchandise value/GMV Temu dan kesadaran merek di Amerika Serikat.

Biasanya, Temu memasuki suatu pasar melalui strategi harga ultra rendah, menawarkan promosi untuk memenangkan pangsa pasar, dan mengoperasikan pasar daring yang sepenuhnya dikelola dengan pedagang (sebagian besar berasal dari Tiongkok) yang menyetujui harga kepada Temu sebelum mengirimkan produk mereka ke gudang Temu. Kemudian, Temu menetapkan harga jual untuk masing-masing produk ini dan, setelah itu, menangani semua logistik dan pengiriman kepada pembeli. Namun, apakah perdagangan lintas batas e-commerce berhasil di Indonesia?

Jika Temu memasuki pasar Indonesia, kami berpendapat bahwa dampaknya akan berdampak negatif pada divisi e-commerce GoTo, yaitu Tokopedia, terutama mengingat strategi pertumbuhan harga ultra rendah Temu, seperti perusahaan-perusahaan Tiongkok dan Tiongkok-afiliasi lainnya yang telah memasuki Indonesia sebelumnya (Shopee pada tahun 2016, Tiktok Shop pada tahun 2021). Namun, pemerintah Indonesia sedang merencanakan untuk merevisi peraturan e-commerce-nya untuk membatasi jumlah barang impor yang dijual di platform e-commerce dan/atau sosial-komersial dengan menerapkan ambang batas harga minimum sebesar US$100. Meskipun detail lengkapnya masih harus diungkapkan, pemeriksaan kanal kami menunjukkan bahwa peraturan seperti ini hanya akan berlaku untuk pedagang asing atau lintas batas, dan tidak untuk semua pedagang. Meskipun pelaksanaannya masih menjadi tanda tanya besar, kami berpendapat bahwa adanya peraturan tersebut dapat mencegah Temu untuk memasuki pasar Indonesia.

Era Baru Persaingan yang Sedang Terbentuk?

Dengan Tiktok Shop dan Lazada dengan agresif memperoleh pangsa pasar dari pemain lama seperti Tokopedia, kami berpendapat bahwa kemungkinan masuknya Temu akan semakin memperketat lanskap persaingan di Indonesia.

Source : Riset CGS CIMB

Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman Registrasi membership Rikopedia Research. Dengan join membership anda akan mendapatkan update saham pilihan Rikopedia. Bimbingan melihat peluang di pasar saham dari sudut pandang trader dan investor.   Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership detailnya sebagai berikut : Member akan mendapatkan update saham yang masuk dan keluar portofolio Rikopedia. Informasi beli dan jual secara spesifik. Analisa saham secara teknikal, fundamental & analisa makro. Update news, Sentimen, Trading plan, Money dan risk management. Member bisa tanya jawab langsung melalui whatsapp. Sharing strategy trading dan investasi saham berdasarkan pengalaman Rikopedia sejak tahun 2008 Biaya join membership Rp.500,000/Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Members

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bulan Maret minus 5 juta PTBA profit 123 juta BBTN profit 65 juta                                                         Porto