Langsung ke konten utama

Postingan

Apakah kita sudah dekat dengan titik terbawah (trough)?

  Apakah kita sudah dekat dengan titik terbawah (trough)? Perbandingan kondisi saat ini dengan tiga krisis besar sebelumnya :  1. Global Financial Crisis 2008 2. Krisis harga komoditas 2015 3. Pandemi COVID-19 tahun 2020 BkBRI, Mandiri, BBNI saat ini berada 7% dari valuasi titik terbawah sebelumnya. BCA masih lebih tinggi, sekitar 20% dari level valuasi terendah historis.

Saham BBRI Breakout

  Saham BBRI breakout. Hari ini konfirmasi tembus downtrend line. Katalis pembagian dividen dan buyback saham. Big bank kembali jadi motor penggerak IHSG

Rupiah Potensi Melemah ke 17 Ribu

  Risiko yang masih mengintai IHSG adalah pelemahan rupiah. Dana asing pastinya belum berani agresif masuk ke IHSG sebelum rupiah stabil or menguat Indonesian Rupiah at Risk of Falling to 17,000/USD, Mizuho Says 2025-03-25 03:32:07.992 GMT By Karl Lester M. Yap (Bloomberg) -- The Indonesian rupiah weakening to 16,800 per dollar is a very near-term risk if authorities aren’t able to stem the decline, according to Mizuho Bank. * “16,800 is a very near-term risk if the buckles are not backstopped,” says Vishnu Varathan, head of economics and strategy at the bank. “Beyond which 17,000 may be the next level targeted” * “This will probably trigger Bank Indonesia’s response. So some two-way volatility is the warning for speculators positioned aggressively one-way” * “The long holidays definitely accentuate investor concerns over Indonesia, prompting precautionary liquidation of some trading positions and that’s hitting the currency” * Read: Indonesian Rupiah Falls to Lowest Since Asian Fi...

Tarif Mobil 25% dari Trump: Dampaknya ke GDP, Inflasi & Hubungan Dagang

Presiden Donald Trump kembali mengguncang pasar global dengan kebijakan terbarunya:  tarif 25% untuk semua mobil yang tidak dibuat di Amerika Serikat . Kebijakan ini langsung memicu kekhawatiran pelaku pasar, memukul saham otomotif, dan membuka potensi konfrontasi dagang baru. Namun, apa sebenarnya dampak kebijakan ini terhadap  GDP, inflasi, dan hubungan dagang internasional ? Dampak ke Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi AS Mengacu pada analisis Federal Reserve tahun 2018, peningkatan tarif rata-rata sebesar ini  berpotensi menurunkan PDB AS hingga 0,2%  dan  menaikkan inflasi (PCE Core) sebesar 0,1% . Artinya: Pertumbuhan ekonomi bisa melambat. Harga mobil (dan suku cadang) di pasar domestik bisa meningkat. Konsumen AS akan menanggung beban lebih tinggi. Negara-Negara yang Terdampak Langsung Tarif ini akan  sangat berdampak pada negara pengekspor mobil ke AS , terutama Mexico, Jepang, Korea selatan. Total kendaraan impor  mencapai lebih dari  15 ju...

Pindah Kepemilikan Saham BUMN ke BKI Hari Ini Direspon Negatif Sama Market

  Banyak terjadi cross/pindah kepemilikan di saham bumn hari ini ke PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) ya. Apa ini bagus atau akan menjadi preseden jelek? saat foreign dan lokal masih bingung/distrust soal kebijakan pemerintah dan danantara.  Foreign yg bingung bisa sell first, think(digest) later PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) merupakan Perusahaan Induk Operasional (Holding Operasional) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas UndangUndang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Negara RI melalui  Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). All SoE, foreign investor might still expect only 7 SOE. potential confusion to market. Kenapa direspon negatif sama market hari ini? Kalo semua digabung, bahayanya yg bagus (bank) bisa bailout yg jelek (karya) atau jd sapi perah program populis (koperasi desa)....

IHSG Masih Downtrend & Foreign Outflow Masih Deras

  Pasar saham itu barometer ekonomi, leading indikator arah ekonomi, Investor tidak bisa diminta untuk berpura2 bahwa ekonomi sedang baik2 saja ketika kenyataannya tidak demikian. Teknikal IHSG masih downtrend. Dana asing terus keluar dari IHSG. Jumat kemarin dalam sehari saja dana asing keluar 2.3 triliun ya. Deadline tarif AS 2 April diprediksi akan menjadi  pemicu utama sentimen pasar global . BofA menyebutnya bisa menjadi  “peak fear day” Bank of America (BofA) : Tarif impor AS siap naik dari  2–3% ke >10% , tertinggi sejak era Smoot-Hawley (1930).

Fund Manager Percaya Emas Adalah Aset Terbaik Saat Perang Dagang

  58% Fund Manager yang disurvey Bank of America (BofA) mengatakan emas adalah aset terbaik saat terjadi perang dagang. Selama harga gold masih naik artinya ketidakpastian masih tinggi. Aset yang terus naik saat banyak bad news adalah gold

Penyebab Rupiah & IHSG Loyo

  Beberapa bulan terakhir US Dollar index (DXY) anjlok cukup dalam dari level 110 ke level 103. Mayoritas mata uang negara emerging market menguat terhadap USD. Tetapi anehnya untuk rupiah masih loyo or belum mampu menguat terhadap USD. Indonesia masih sangat bergantung pada ekspor komoditas seperti CPO COAL NICKEL, Berakhirnya siklus commodity boom membuat Indonesia kurang diminati fund asing. Tanpa siklus commodity boom IHSG dan Rupiah cenderung loyo. Data history performance IHSG & Rupiah saat ada siklus commodity boom vs saat harga komoditas turun. Intermarket analysis :  Saham, komoditas, Mata uang dan obligasi  saling berhubungan. Rikopedia menggunakan intermarket analysis untuk melihat arah & gambaran besar market

Pergerakan Dana Asing

  Dari data dana asing yang mengalir ke Indonesia lebih suka masuk aset yang aman seperti obligasi. Untuk aset berisiko seperti saham dana asing cenderung keluar (outflow). Pelaku pasar lebih menyukai aset yang aman (safe haven) seperti gold dan obligasi

Semua Skenario Bagus Untuk Emas

  Pembelian emas oleh bank sentral (terutama dari EM) meningkat drastis sejak 2022, sebagai respons terhadap sanksi pembekuan cadangan devisa Rusia. Dua skenario di tahun 2025, semuanya bagus untuk harga emas: Skenario disruptif (tarif tinggi, inflasi, defisit besar): emas naik karena “fear”. Skenario lunak (inflasi terkendali, Fed easing): emas naik karena “wealth” Sedangkan untuk saham diuntungkan jika skenario inflasi terkendali, Fed easing (Skenario lunak). Dengan kondisi makro ekonomi saat ini Gold jadi asset yang paling diuntungkan. USD POTENSI HANCUR KEDEPAN BERIKUT ALASANNYA  Proyeksi defisit fiskal dan utang pemerintah AS (US federal debt)  akan terus meningkat hingga tahun 2033. Hal tsb memberi sinyal bahwa pemerintah AS akan terus belanja melebihi pendapatan, dan harus terus menerbitkan utang untuk menutup kekurangannya. Meningkatnya utang pemerintah → risiko fiskal → menurunkan kepercayaan investor global terhadap USD. Jika pasar mulai meragukan kemampuan AS m...

Sejarah incentive share buyback dalam Krisis Pasar saham

Banyak emiten mulai buyback ya setelah ada incentive emiten bisa buyback tanpa RUPS. Saat pasar koreksi dalam biasanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan incentive share buyback tanpa persetujuan RUPS. Mirip tahun 2008, 2013, 2015 dan 2020. Sejarah incentive share buyback dalam Krisis Pasar saham : 2008 - Krisis Keuangan Global:  OJK mengeluarkan peraturan yang mengizinkan  buyback  tanpa persetujuan RUPS untuk menjaga stabilitas pasar. Kebijakan ini membantu mengurangi volatilitas dan meningkatkan kepercayaan investor. 2013 - Gejolak Taper Tantrum : Kapital keluar dari pasar negara berkembang akibat pengumuman Federal Reserve terkait pengurangan stimulus. OJK kembali mengizinkan  buyback  untuk menahan penurunan pasar. 2015 - Krisis Yuan:  Devaluasi Yuan menyebabkan gejolak pasar global, termasuk Indonesia. OJK mengeluarkan kebijakan serupa untuk mendukung stabilitas pasar. 2020 - Pandemi COVID-19:  IHSG turun drastis, dan OJK kembali menerapkan ...