Pasar global sedang memasuki fase yang sangat berbeda dibanding 2024–2025. Jika dua tahun terakhir pasar hanya mengenal satu tema AI leadership dan dominasi Mag7 — maka 2026 mulai memperlihatkan sesuatu yang lebih dalam yaitu Rotasi kepemimpinan, Perubahan arus dana global, Dan risiko geopolitik yang kembali menjadi katalis utama harga aset.
Michael Hartnett (BofA) merangkumnya dengan sederhana: “Rock the geopolitics = trade oil, own gold.” Mari kita bedah secara sistematis.
Reversal Kepemimpinan Pasar: Dari AI ke Hard Assets
Tahun 2024–2025 :
• Long Mag7
• Long semis
• Long software growth
• Long AI narrative
Tahun 2026 :
• Long energy
• Long staples
• Long banks (adopters)
• Short software (disrupted)
Tech, financials, dan telco menyumbang 56% bobot S&P 500. Jika sektor ini breakdown (terutama di bawah 200DMA), indeks bisa menjadi sangat rapuh karena terlalu top-heavy.
Sejarah 90 Tahun: Siapa Pemenang Saat Geopolitik Meledak?
Data historis BofA menunjukkan pola yang konsisten.
3 Bulan Setelah Shock Geopolitik:
1. Oil +18%
2. Gold +6%
3. US Stocks +4%
6 Bulan Setelah Shock:
1. Gold +19%
2. Stocks cenderung stagnan
3. Oil mengembalikan kenaikannya
Oil spike cepat karena ketakutan supply shock. Tapi dalam 6 bulan, supply menyesuaikan, harga stabil. Gold berbeda. Gold bukan hanya hedge perang. Gold adalah hedge inflasi, hedge ketidakpastian, hedge kebijakan moneter yang kehilangan kredibilitas.
Jika skenario US–Iran memburuk:
• Oil naik cepat
• Inflasi naik
• Rate cut selesai
• Gold sustain
• Equity tertekan
BofA Bull & Bear Indicator di 9.4: Zona SELL Ekstrem
Bull & Bear Indicator berada di level ekstrem 9.4.
Dalam sejarah, saat indikator >9.5, Median drawdown S&P 500 dalam 3 bulan ≈ -5.5% & Nasdaq ≈ -8.6%. Ini menunjukkan Positioning terlalu bullish, Profit expectation terlalu optimistis, Risk-reward equity buruk. Namun paradoksnya Policy (rate cut & tax cut) masih mendukung risk assets.
Ending US Exceptionalism?
Inilah bagian paling penting secara struktural.
Share inflow global equity ke US terus turun ya. Dana global mulai mengalir ke Korea (memory cycle), Jepang (reflation), International developed markets. Tema “US exceptionalism” mulai kehilangan momentum. Jika arus ini berlanjut: US tidak lagi menjadi satu-satunya magnet likuiditas, Multiple compression bisa terjadi, Global breadth membaik. Dan di sinilah emerging markets berpotensi masuk radar.
Oil 2026: Spike atau Awal Supercycle?
Chart minyak sejak 1920 menunjukkan satu pola:
Setiap spike besar selalu dipicu: OPEC embargo, Revolusi Iran, Gulf War, China supercycle, Russia-Ukraine. Untuk tahun 2026? Middle East tension kembali mendorong harga naik.
Skenario 2026: Apa yang Bisa Mengubah Arah?
Hartnett (BofA) menyebut dua shock positif yang bisa mengangkat risk assets lagi:
1. Regime change di Middle East → supply oil melimpah → harga collapse
2. Trump-China trade deal → tarif turun → sentimen membaik.
Kerangka Intermarket 2026
Jika kita rangkum:
Short-Term (0–3 bulan) :Oil outperform, Gold mulai menguat, Equity volatil, Tech rentan
Medium-Term (3–6 bulan) : Oil retrace, Gold outperform, US underperform relative, International outperform
Leadership bergeser dari Growth & AI ke Hard assets & value.


