Discovery & Expansion Jadi Game Changer Energi Mega Persada
Energi Mega Persada (ENRG) kini tidak lagi sekadar saham energi yang bergerak mengikuti harga minyak. Laporan terbaru Samuel Sekuritas menegaskan bahwa ENRG sedang memasuki fase pertumbuhan struktural, ditopang oleh dua mesin utama sekaligus: penemuan gas besar (discovery) dan ekspansi agresif aset produksi (expansion). Kombinasi ini bukan hanya meningkatkan produksi, tapi juga mengubah profil laba, valuasi, dan persepsi pasar terhadap ENRG.
1. Bentu PSC: Mesin Produksi yang Terus Dipacu
Kunjungan lapangan SSI ke Bentu PSC (Riau) menunjukkan bahwa ENRG sedang melakukan ekspansi operasional besar-besaran, meliputi:
- Segat Gas Plant 1 & 2
- Booster Compressor
- North Segat 16 drilling
- North Segat Deep Condensate Processing Facility (on-going)
Dampaknya sangat nyata:
- Produksi gas saat ini: ±78 MMscfd
- Target produksi 2026F: 86–90 MMscfd
- Didukung oleh drilling berkelanjutan & fasilitas baru
Bentu bukan hanya aset mature, tapi cash engine jangka panjang yang menopang pertumbuhan sambil menunggu proyek eksplorasi lain masuk fase produksi.
2. Discovery Besar di Sengkang: Lonjakan Nilai yang Nyata
Highlight utama laporan ini adalah penemuan gas signifikan di East Walanga (EWL-1), Sengkang PSC, Sulawesi Selatan.
Fakta kuncinya:
- Absolute Open Flow (AOF): 120 MMSCFD
- Deliverability awal: 25–36 MMSCFD
- Potensi cadangan meningkat dari 0,2 TCF → hingga 0,5 TCF+
ENRG menyiapkan:
- Capex USD 30 juta (2026–2027) untuk appraisal & development wells
- Tambahan USD 10 juta untuk pipeline ke Walanga plant
Kamu menegaskan bahwa discovery ini secara material meningkatkan earnings dan shareholder value, tercermin dari kenaikan estimasi laba 2027F sebesar +54,1%
3. Gas-Dominant Portfolio = Earnings Lebih Stabil
Berbeda dengan banyak emiten migas lain, ENRG adalah gas-focused player:
- 61,4% revenue dari gas
- Hanya ±33% dari crude oil
Artinya:
- Lebih tahan terhadap volatilitas harga minyak
- Harga gas relatif stabil (kontrak jangka panjang & regulasi)
- Earnings profile lebih smooth dan predictable
Ini menjadikan ENRG lebih defensif secara fundamental, tapi tetap agresif dari sisi pertumbuhan.
4. Ekspansi Aset: Bukan Janji, Tapi Sudah Jalan
Sejak 2020, ENRG melakukan akuisisi aset secara agresif:
- Full ownership Malacca Strait
- Naikkan kepemilikan Kangean hingga 75%
- Akuisisi Sengkang, Bireun Sigli, Siak, Kampar
- Masuk midstream (FSRU & FSO)
Hasilnya:
- 13 blok migas aktif (Indonesia + Mozambique)
- 431 MMBOE cadangan & resource
- Umur produksi panjang: ±26 tahun
Ini bukan growth satu proyek, tapi platform energi jangka panjang.
5. Kangean & Gebang: Lonjakan Produksi Berikutnya
Strategi cerdas ENRG terlihat dari:
- Akuisisi sisa 25% Kangean (jadi 100%)
- Divestasi 50% Gebang ke JAPEX untuk efisiensi modal
Implikasinya:
- Kangean: produksi gas diproyeksikan melonjak hampir 8x hingga 324 MMSCFD pada 2031
- Gebang: first gas 2027, naik bertahap hingga 136–140 MMSCFD (2031–2035)
Gebang tetap besar, tapi dengan capex risk yang dibagi.
6. Pendanaan & Obligasi: Ekspansi Tetap Terkontrol
ENRG menyiapkan:
- Obligasi hingga IDR 4 triliun (bertahap)
- Rating idA+
- Digunakan untuk refinancing, working capital, dan ekspansi
Meski leverage naik sementara, interest coverage membaik, dan gearing diproyeksikan turun kembali setelah fase capex puncak.
7. Re-rating Catalyst: Earnings & MSCI
Kamu menegaskan dua katalis utama:
- Earnings upgrade besar (2027F +54%)
- Potensi masuk MSCI Big Cap Index
Kombinasi ini mendorong:
- Re-rating valuasi
- Minat investor institusi
- Momentum harga berkelanjutan
