Ketika investor fokus pada pemulihan maskapai, ada satu emiten yang justru menjadi pemenang senyap (quiet winner)dari restrukturisasi industri penerbangan nasional: Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMFI). Kami memasang target harga IDR150, mencerminkan upside 68% dari harga post-rights issue, dengan tesis utama bahwa GMFI berada di awal multi-year growth cycle yang solid dan terukur.
1. Danantara Injection = Pipa Laba Multi-Tahun untuk GMFI
Kunci cerita GMFI dimulai dari suntikan dana USD1,4 miliar ke Garuda Indonesia oleh Danantara. Yang sering luput diperhatikan pasar: 84,3% dari dana tersebut (~USD1,2 miliar) dialokasikan langsung untuk maintenance & reaktivasi armada, dan mayoritas pekerjaan itu dieksekusi di hanggar GMFI.
Detailnya:
- Reaktivasi 54 pesawat Garuda Group hingga 2027
- 40 pesawat Citilink + 14 pesawat Garuda
- Memberikan visibilitas pendapatan multi-tahun yang sangat jarang dimiliki emiten MRO
2. Rights Issue yang Mengubah Struktur Bisnis, Bukan Sekadar Tambah Saham
Rights issue GMFI sering dilihat negatif karena:
- Harga pelaksanaan IDR69 (diskon ±49%)
- Jumlah saham bertambah signifikan
Namun secara fundamental, inilah game changer terbesar GMFI.
Melalui rights issue ini:
- GMFI menerima injeksi aset tanah 97 hektare dari Angkasa Pura Indonesia (API)
- Tanpa cash-out
- Nilai aset tetap naik ±USD341 juta
- Ekuitas berbalik positif dari -USD258 juta (FY24) menjadi +USD164 juta (FY25E)
Yang lebih penting:
- Menghilangkan risiko kenaikan sewa lahan (yang sebelumnya diproyeksikan naik hingga IDR8.884/m²)
- Membuka jalan pembangunan Hanggar ke-5 (4–5 line tambahan)
Ini bukan rights issue defensif — ini unlocking long-term capacity.
3. Dari Cengkareng ke Dunia: Oman Air & Kertajati
Joint Venture dengan Oman Air
GMFI membentuk JV dengan Oman Air untuk:
- 2 wide-body line
- 4 narrow-body line
- Operasi mulai 3Q26
- Potensi pendapatan ±USD26 juta per tahun
Keunggulannya:
- Akses langsung ke pasar Middle East
- Ferry distance lebih pendek
- Eksposur ke maskapai internasional non-Garuda
Aerospace Park Kertajati
Kertajati direposisi bukan sebagai bandara penumpang, tapi:
- Aerospace & Defence MRO Park terbesar di Indonesia
- GMFI sebagai anchor tenant
- Fokus: defence MRO, rotary wing, manufacturing & logistics
Efek strategisnya:
- Aktivitas defence dipindah ke Kertajati
- Hanggar Cengkareng bisa full komersial
- Meningkatkan utilisasi & margin
Total kontribusi dari ekspansi multi-site ini diperkirakan: ±USD150 juta revenue tambahan per tahun pada 2028E
(~29% dari revenue GMFI saat ini).
4. Margin Membaik, ROE Kembali Hidup
Dengan:
- Revenue naik
- Biaya sewa turun
- Utilisasi hanggar meningkat
Kami memproyeksikan:
- Net Margin naik ke 7,8% (FY27E)
- ROE pulih ke 20–24% (FY26–FY27E)
Ini penting karena:
- GMFI selama ini tertekan bukan oleh demand, tapi oleh struktur biaya & neraca
- Setelah land injection, bisnis MRO kembali “normal secara finansial”
5. Valuasi: Murah untuk Growth-nya
Setelah rights issue:
- GMFI diperdagangkan di 7,8x PE
- Target : 20x PE FY27E
- TP: IDR150
Dengan:
- Earnings CAGR hampir 30%
- Multi-year visibility
- Ekspansi kapasitas struktural
Valuasi ini masih di bawah rata-rata peer regional MRO.
6. Risiko Utama (Yang Perlu Dipantau Investor)
Beberapa risiko kunci:
- Keterlambatan eksekusi JV Oman Air
- Kertajati Aerospace Park molor
- Proses legal & akuntansi land injection tertunda
- Risiko free float <7,5% jika publik tidak menyerap rights issue
Namun sebagian besar risiko bersifat eksekusi, bukan permintaan.
Kesimpulan:
GMFI bukan saham yang viral. Bukan juga cerita turnaround instan.
Ini adalah:
- Saham infrastruktur aviasi
- Dengan order book nyata
- Margin yang pulih
- Neraca yang disembuhkan
- Dan pertumbuhan multi-tahun
Quiet winner beneath the wings bukan slogan — tapi deskripsi yang akurat.
