Langsung ke konten utama

Batas Defisit 3% Terancam Diubah: Apa Risiko untuk Rupiah, Obligasi, dan IHSG?

 

Batas Defisit 3% Terancam Diubah: Apa Risiko untuk Rupiah, Obligasi, dan IHSG?

Wacana perubahan batas defisit APBN dari 3% berpotensi menimbulkan sejumlah risiko bagi stabilitas ekonomi. Defisit yang lebih besar berarti pemerintah harus menerbitkan utang lebih banyak untuk menutup kebutuhan pembiayaan. Peningkatan suplai obligasi ini dapat mendorong kenaikan yield SBN, sehingga biaya utang pemerintah menjadi lebih mahal dan berpotensi menekan sektor keuangan.


Selain itu, pelebaran defisit juga dapat menurunkan kepercayaan investor terhadap disiplin fiskal Indonesia. Jika pasar menilai risiko fiskal meningkat, aliran modal asing berpotensi keluar dari pasar obligasi maupun saham, yang pada akhirnya dapat menekan nilai tukar rupiah.


Analogi sederhananya seperti keluarga yang mulai sering menutup pengeluaran dengan kartu kredit. Selama masih terkendali mungkin tidak masalah, tetapi jika utangnya terus bertambah, bank bisa menilai risiko lebih tinggi dan menaikkan bunga pinjaman. 


Risiko lain yang juga perlu diperhatikan adalah potensi penurunan peringkat kredit (credit rating) dari lembaga pemeringkat global seperti Moody’s, S&P, atau Fitch. Jika disiplin fiskal dinilai melemah dan rasio utang meningkat, lembaga pemeringkat dapat menurunkan outlook atau bahkan rating Indonesia. Dampaknya, biaya pinjaman pemerintah dan korporasi bisa menjadi lebih mahal karena investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi.


Dalam situasi ketika harga minyak global juga berpotensi meningkat dan kebutuhan subsidi energi membesar, defisit yang lebih tinggi dapat semakin memperlebar tekanan terhadap APBN. Kombinasi utang yang meningkat, potensi penurunan rating, inflasi yang lebih tinggi, serta pelemahan rupiah berisiko memicu volatilitas yang lebih besar di pasar saham Indonesia.


Cara join membership Rikopedia klik di sini


Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman registrasi Membership Rikopedia. Komunitas edukasi untuk memahami pasar saham secara lebih terstruktur, rasional dan berbasis data. Dipandu langsung via whatsapp oleh Rikopedia praktisi pasar modal dengan pengalaman trading dan investasi sejak tahun 2008 Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership sebagai berikut : Market outlook &  pembahasan studi kasus saham dari sisi teknikal, fundamental dan makro ekonomi. Data paling update & info berkualitas tentang pasar saham. Edukasi mengenai risk management, Money management, Trading psychology dan intermarket analysis. Member bisa tanya jawab langsung dengan Rikopedia lewat whatsapp. Biaya membership Rp. 500,000/ Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Membership akan terhitung dari ...

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bul...