Langsung ke konten utama

HRTA: Tetap Tangguh di Tengah Gangguan Pasokan Emas Domestik

Industri emas Indonesia memasuki periode penuh tantangan. Insiden operasional di tambang Grasberg milik PT Freeport Indonesia (PTFI) mengganggu suplai emas nasional, sementara regulasi impor masih ketat. Namun di tengah kondisi yang berpotensi menekan pasar, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA IJ) justru menunjukkan performa yang semakin kuat. HRTA tetap resilien, mencetak pertumbuhan volume tinggi, ASP yang naik signifikan, serta mampu mempertahankan profitabilitas meski pasokan emas domestik menurun.


Performa Q3 2025: Melaju di Saat Pasar Mengendur

HRTA menutup kuartal III-2025 dengan hasil yang mengesankan:

🔥 Lonjakan Pendapatan & Volume

  • Pendapatan 3Q25: IDR 10,1 triliun

    • +22,7% QoQ

    • +100,9% YoY

  • Total pendapatan 9M25 mencapai IDR 25,2 triliun (+89,6% YoY)
    → Sudah memenuhi 86,6% dari proyeksi MNCS untuk FY25E.

📈 Penjualan Emas: Volume & ASP Naik Bersamaan

  • Volume penjualan 3Q25: 5,9 ton
    (+33,8% QoQ / +46,9% YoY)

  • 9M25: 14,7 ton
    (+29% YoY)

  • ASP emas rata-rata: IDR 1,7 juta/gram
    → Melonjak +46,3% YoY dari IDR 1,2 juta/gram di 2024.

Ini menunjukkan HRTA tetap menjadi pilihan utama pembeli—baik dari segmen ritel maupun wholesale—meskipun kondisi pasar komoditas berfluktuasi.


Wholesale Jadi Motor Utama Pertumbuhan

Segmen wholesale terus menjadi tulang punggung HRTA:

  • Pendapatan 3Q25 wholesale: IDR 8,8 triliun
    (+33,1% QoQ / +171,6% YoY)

  • Total 9M25 wholesale: IDR 20,9 triliun
    (+108,3% YoY)

  • Kontribusi segmen wholesale: 83% dari total penjualan

Permintaan kuat terutama berasal dari bullion banks, yang meningkatkan pembelian seiring naiknya ekspektasi harga emas global.


Laba yang Solid Berkat Efisiensi & Tren Harga Emas Global

  • Laba bersih 3Q25: IDR 227,2 miliar
    (+14,3% QoQ / +136% YoY)

  • Laba bersih 9M25: IDR 575,8 miliar
    (+90,7% YoY)

  • Margin laba bersih (NPM): 2,2%

Kenaikan laba ini dicapai di tengah:

  • Harga emas global yang terkoreksi 10% dari all-time high USD 4.400/oz

  • Biaya operasional yang tetap terkendali

  • Pasokan nasional yang terganggu

Manajemen biaya yang disiplin menjadi kunci keberlanjutan kinerja.


Gangguan Pasokan Emas: Justru Menguntungkan HRTA

PTFI—yang menyumbang 51,4% produksi emas Indonesia (FY13–23)—mengalami kendala di tambang Grasberg Block Cave (70% output PTFI). Produksi yang ditargetkan 1,6 juta oz (49,8 ton) di 2026F kemungkinan tidak tercapai.

Namun HRTA tidak terlalu terpengaruh berkat:

✔ Model bisnis terintegrasi & fleksibilitas pasokan

  • Sumber pasokan:

    • Mitra wholesale

    • Mitra ritel (scrap & gold bars)

    • Penambang lokal seperti BRMS dan Agincourt Resources (UNTR)

  • Kapasitas produksi: 48 ton per tahun

  • Jaringan distribusi:

    • 84 outlet wholesale

    • 124 gerai pegadaian/retail emas

Diversifikasi ini menjadi buffer kuat atas gangguan suplai dan regulasi impor.



Proyeksi Kinerja & Valuasi

Proyeksi target laba HRTA:

  • FY25E laba bersih: IDR 743,4 miliar (+10,2% revisi naik)

  • FY26F laba bersih: IDR 877,5 miliar

Growth masih ditopang oleh:

  • Volume penjualan yang kuat

  • ASP tinggi

  • Manajemen biaya yang disiplin

  • Ketatnya suplai nasional yang justru mendukung permintaan

HRTA punya visibility growth yang solid dengan potensi tailwinds dari rebound harga emas global.


Risiko yang Perlu Dicermati

  • Koreksi harga emas global yang tajam

  • Gangguan rantai produksi

  • Permintaan yang melemah dari bullion banks

Namun secara keseluruhan, HRTA dinilai mampu menghadapi risiko-risiko tersebut dengan model bisnis terintegrasi dan sumber pasokan yang lebih beragam.


Kesimpulan: HRTA Menjadi Pemenang di Tengah Krisis Pasokan

Di saat Indonesia menghadapi ketidakpastian pasokan emas akibat gangguan tambang Freeport, HRTA membuktikan diri sebagai pemain yang tidak hanya bertahan—tetapi justru tumbuh lebih cepat.

Kombinasi antara:

  • Sumber pasokan fleksibel

  • Kekuatan wholesale

  • Model bisnis terintegrasi

  • Friksi pasokan nasional

menjadikan HRTA salah satu saham sektor emas yang paling menarik memasuki 2026.

Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman registrasi membership Rikopedia. Dengan join membership anda akan mendapatkan bimbingan trading saham dan update informasi yang berkualitas via group WhatsApp.  Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership detailnya sebagai berikut : Update info saham yang masuk dan keluar portofolio Rikopedia .  Update info saham secara teknikal, fundamental & analisa makro ekonomi. Update news, Sentimen, Trading plan, Money & risk management. Sharing strategy trading saham berdasarkan pengalaman Rikopedia sejak tahun 2008. Member bisa tanya langsung dengan Rikopedia lewat whatsapp. Masuk group WhatsApp premium. Biaya membership Rp. 500,000/ Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Membership akan terhitung dari mulai tanggal konfirmasi p...

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bul...