Langsung ke konten utama

INET: Ketika Konektivitas Bertemu Peluang Baru di 2025

Industri broadband Indonesia sedang memasuki fase akselerasi besar, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) muncul sebagai salah satu pemain yang paling agresif bertransformasi. Dari sebelumnya hanya dikenal sebagai penyedia konektivitas niche, kini INET bergerak menjadi perusahaan broadband-infrastructure terintegrasi dengan tiga pilar utama: FTTH contracting di JawaWi-Fi 7 berkecepatan tinggi di Bali–Lombok, dan proyek kabel bawah laut Jakarta–Singapura.

Dengan strategi ekspansi yang masif dan pendanaan besar melalui rights issue, INET bersiap memasuki era hyper-growthyang dapat mengubah peta industri internet Indonesia.


1. Kekuatan Utama: Bisnis FTTH Contractor di Jawa

Lewat anak usaha PT Internet Anak Bangsa (IAB), INET menjadi kontraktor utama proyek 2.5 juta homepass milik WIFI.

Targetnya:

  • 500–700 ribu homepass dibangun setiap tahun

  • 2 juta homepass dicapai pada 2028

  • 1,7 juta pengguna aktif

  • Dua sumber pendapatan:
    ✔️ Installation fee IDR 270 ribu / homepass
    ✔️ Maintenance fee IDR 20 ribu / pengguna aktif per bulan

Yang menarik, mulai 2027 pendapatan recurring dari maintenance akan melebihi instalasi. Artinya: cashflow jauh lebih stabil ke depan.


2. Ekspansi Wi-Fi 7: Game Changer dari Bali & Lombok

INET membidik pasar premium dengan teknologi Wi-Fi 7 berkecepatan 2 Gbps—jauh di atas rata-rata internet rumahan sekarang.

Langkah strategisnya:

  • Akuisisi PT Garuda Prima Internetindo (GPI) – operator “Bali Internet” dan “Flynet”.

  • Kolaborasi dengan WIFI melalui skema revenue sharing 70:30 hingga 80:20.

  • Target 2 juta homepass untuk layanan Wi-Fi 7.

Yang membuat proyek ini sangat powerful adalah harga yang super kompetitif:

  • Paket 2 Gbps Starlite Wi-Fi 7 dipatok sekitar IDR 299 ribu/bulan

  • Pembanding: paket internet 1 Gbps di Indonesia biasanya IDR 900 ribu – 1,4 juta

Dengan harga disruptif seperti ini, INET diproyeksikan mencatat:

  • Pendapatan IDR 287 miliar di 2026

  • Melejit menjadi IDR 3,4 triliun di 2030

  • CAGR spektakuler: 86%

Ini akan menjadi pilar terbesar pendapatan perusahaan sebelum 2030.


3. Kabel Bawah Laut Jakarta–Batam–Singapura: Mesin Pendapatan Baru

Untuk menopang pertumbuhan kebutuhan internet nasional, INET masuk ke proyek backbone besar bersama KETR.

Detailnya:

  • Total kapasitas 20 Tbps

  • Monetisasi melalui skema IRU (Indefeasible Right of Use)

  • 10 Tbps langsung dikontrak WIFI selama 10 tahun

  • Sisa 10 Tbps akan disewakan ke ISP lain dengan tarif:

    • IDR 3–4 juta / Gbps / bulan

    • Kontrak 1–2 tahun

Proyeksi pendapatan:

  • IDR 108 miliar di 2026

  • Tumbuh menjadi IDR 192 miliar di 2031

Yang menarik: biaya investasi kabel bawah laut yang dikeluarkan INET sudah tertutup sepenuhnya hanya dari satu klien anchor (WIFI/IJE).


4. Rights Issue Jumbo: Pondasi Ekspansi Agresif

Untuk membiayai seluruh ekspansi besar tersebut, INET akan melakukan rights issue hingga IDR 3,2 triliun.

Alokasi dana:

  • IDR 2,8 triliun untuk ekspansi Wi-Fi 7

  • IDR 213 miliar untuk pembayaran IRU kabel bawah laut

  • IDR 135 miliar untuk modal kerja FTTH

Setelah rights issue:

  • Kas melonjak dari IDR 62 miliar → 3,2 triliun

  • Ekuitas naik menjadi IDR 3,4 triliun

  • Posisi neraca menjadi sangat kuat (net cash)

INET juga akan menerbitkan 3,07 miliar waran Seri II yang berpotensi menambah IDR 921 miliar modal tambahan.


5. Outlook: Era Hyper-Growth Hingga 2030

Dengan modal jumbo dan strategi multi-pilar, INET masuk ke fase pertumbuhan masif:

📌 Total pendapatan tumbuh 85% CAGR (2025–2030)
📌 EBITDA tumbuh 110% CAGR
📌 Margin EBITDA stabil di 25–30%
📌 Wi-Fi 7 menjadi kontributor utama (74% pendapatan 2030)

Ini menjadikan INET salah satu cerita pertumbuhan broadband-infrastructure paling agresif di Indonesia.

Dengan katalis kuat di tiga lini bisnis, recurring income yang kian solid, serta permintaan broadband nasional yang terus tumbuh, INET dilihat sebagai saham bertema infrastruktur digital yang sangat prospektif.

Risiko tetap ada—mulai dari regulasi, kompetisi, hingga reliabilitas jaringan—namun potensi upside jangka panjangnya dinilai jauh lebih besar.


Kesimpulan: INET Sedang Membangun Masa Depan Internet Indonesia

INET bergerak cepat: membangun jaringan FTTH raksasa, meluncurkan Wi-Fi 7 yang disruptif, dan memperkuat backbone lewat kabel bawah laut internasional. Semua didukung pendanaan besar dan strategi komersial yang agresif.

Jika proyek-proyek ini terealisasi sesuai rencana, INET bukan hanya sekadar penyedia layanan konektivitas—tetapi akan menjadi salah satu pemain digital-infrastructure paling dominan di Indonesia dalam 5–10 tahun ke depan.

Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman registrasi membership Rikopedia. Dengan join membership anda akan mendapatkan bimbingan trading saham dan update informasi yang berkualitas via group WhatsApp.  Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership detailnya sebagai berikut : Update info saham yang masuk dan keluar portofolio Rikopedia .  Update info saham secara teknikal, fundamental & analisa makro ekonomi. Update news, Sentimen, Trading plan, Money & risk management. Sharing strategy trading saham berdasarkan pengalaman Rikopedia sejak tahun 2008. Member bisa tanya langsung dengan Rikopedia lewat whatsapp. Masuk group WhatsApp premium. Biaya membership Rp. 500,000/ Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Membership akan terhitung dari mulai tanggal konfirmasi p...

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bul...